BAB 1
RUANG
LINGKUP BISNIS
1)Pengertian bisnis dan jenisnya
– Menurut arti dasarnya bisnis memiliki makna sebagai the buying and selling of
goods and services.
– Bisnis adalah pertukaran barang, jasa atau uang yang saling menguntungkan
atau memberikan manfaat.(Skinner,1992)
– Pengertian Bisnis dapat dibedakan dalam pengertian yang sempit dan pengertian
yang luas. Jika kita berorientasi pada pengertian yang sempit maka bisnis tidak
lain dari fiksi. Sedangkan dalam arti yang lebih luas, bisnis merupakan usaha
yang terkait erat dengan dunia ekonomi juga politik. Hal ini disebabkan dunia
ekonomi dan dunia politik pada dasarnya merupakan suatu hubungan yang saling
tergantung, dan yang turut mencerminkan efektifitas suatu masyarakat dalam
gerak usahanya. (J.S. Nimpoena(1985)).
•Jenis kegiatan bisnis
Ruang lingkup kegiatan bisnis sangat luas, akan tetapi pada dasarnya kegiatan
bisnis dapat dibagi menjadi 3 aspek, yaitu :
a)Aspek Produksi
Produksi diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan
konsumen. Dalam arti luas tersebut, produksi dapat dibedakan menjadi 3 macam,
yaitu :
1. Produksi primer
Yang termasuk dalam produksi primer adalah kegiatan ekstraksi atau penarikan
sumber daya alam atau kegiatan yang menggunakan sumber daya yang tersedia dalam
kondisi alamiah.
2. Produksi sekunder
Yang termasuk dalam produksi sekunder adalah sumber daya alam atau bahan mentah
diproses diolah menjadi barang.
3. Produksi tersier
Yang dihasilkan dari produksi tersier adalah berupa pemberian fasilitas layanan
(jasa) pendukung, bukannya barang-barang berwujud.
b)Aspek Distribusi
Distribusi adalah kegiatan pemindahan barang jasa dari produsen kepada
konsumen. Pada umumnya distribusi meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
– Pemindahan bahan baku dari pemasok (supplier) kepada awal mula lini produksi.
– Melibatkan penyimpanan penanganan bahan baku barang jadi.
– Pengemasan.
– Pengendalian persediaan.
– Transportasi kepada konsumen
c)Aspek Konsumsi
Konsumsi adalah kegiatan penggunaan barang jasa yang dibutuhkan oleh konsumen.
Kebutuhan atau pola konsumsi seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor yang
beragam. Dengan melihat pola konsumsi yang beragam, produsen dapat membuat
suatu perencanaan yang lebih baik untuk menentukan bagaimana peluang
diterimanya barang atau jasa yang diproduksi tersebut oleh konsumen. Dan
biasanya, produsen mempromosikan keberadaan barang atau jasa tersebut secara
luas khususnya kepada konsumen.
2)Tujuan Bisnis
Tujuan bisnis meliputi(Skinner,1992) :
1.Profit (keuntungan)
2.Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
3.Pertumbuhan perusahaan
4.Tanggung jawab sosial
Keempat tujuan bisnis tersebut saling terkait, karena keuntungan perusahaan
digunakan untuk mempertahankan hidup perusahaan dan menumbuh kembangkan
perusahaan serta merupakan bukti tanggung jawab sosial perusahaan dalam bentuk
memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat.
3)Sistem perekonomian dan sistem pasar
A. SISTEM PEREKONOMIAN
Secara umum ada 4 bentuk sistem perekonomian di dunia, yaitu:
1)Kapitalisme
Dalam sistem perekonomian kapitalisme, seseorang bebas untuk memiliki kekayaan,
perusahaan, bersaing secara bebas dalam pasar, dan menentukan miliknya
kemudian. Dalam hubungannya dengan pasar, seseorang bebas memilih dan membuat
barang dan jasa yang diinginkan.
2)Sosialisme
Pada sistem perekonomian sosialisme, seseorang relatif bebas untuk memilih
usaha, tetapi pemerintah turut campur tanagn dengan berusaha menyesuaikan
kebutuhan individu dengan kebutuhan masyarakat.
3)Fasisme
Pada sistem perekonomian fasisme, orang bebas memilih tempat yang diinginkan
namun harus atas persetujuan pemerintah.
4)Komunisme
Pada sistem perekonomian komunisme, hak milik seseorang dihapuskan, semua
masyarakat adalah karyawan negara. Di sini negara yang menentukan semua
perekonomian, kebebasan politik diawasi secara ketat.
Sedangkan menurut Skinner (1992) sistem ekonomi di dunia pada dasarnya ada 3
tipe. Yaitu:
1)Ekonomi terencana(a planned economy)
Pemerintah dapat menguasai produksi hampir semua barang dan jasa.
2)Kapitalisme murni
Perusahaan swasta dapat menguasai produksi hampir semua barang dan jasa.
3)Ekonomi campuran (a mixed economy)
Sebagian produksi dikuasai oleh pemerintah dan sebagian lagi oleh swasta.
B.SISTEM PASAR
1.Pasar persaingan sempurna
Pasar dimana dalam suatu industri terdapat sangat banyak penjual maupun pembeli
dan produk yang diperdagangkan bersifat homogen.
2.Pasar monopoli
Pasar dimana dalam sebuah industri hanya terdapat sebuah perusahaan dan produk
yang dihasilkan tidak memiliki pengganti yang sempurna.
3.Pasar persaingan monopolistis
Pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda
corak (Differentiated Product) dan pada dasarnya adalah pasar yang berada
diantara dua pasar yang ekstrim, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar
monopoli.
4.Pasar Oligopoli
Pasar yang hanya terdiri dari beberapa produen saja yang menghasilkan barang
standar maupun barang yang berbeda coraknya, dengan kemampuan menentukan harga
ada kalanya kuat maupun lemah dan biasanya memerlukan promosi. Jika hanya dua
perusahaan disebut duopoli.
4)Kesempatan bisnis/usaha
Mulainya suatu usaha dilakukan karena adanya peluang atau kesempatan dan
tertarik oleh keuntungan yang diharapkan dari usaha tersebut. Mengidentifikasi
peluang bisnis sangat perlu dilakukan oleh para calon pengusaha.
Pengidentifikasian peluang bisnis menuntut sesuatu yang baru, seperti produk
baru, jasa baru, dan pasar atau pelanggan baru. Pendekatan mengidentifikasi
peluan bisnis terdiri dari 2 fase, yaitu:
1)Menemukan gagasan
Berikut adalah ‘tempat’ untuk memperoleh gagasan-gagasan peluang bisnis:
a)Diri sendiri
b)Pelanggan
c)Pasar
d)Produk yang gagal
Selain keempat tempat yang telah disebutkan diatas, ada sebagian pengusaha yang
berpandangan bahwa setiap masalah yang muncul atau dihadapi manusia merupakan
sumber gagasan bisnis.
2)Mengidentifikasi peluang bisnis
Setelah mengembangkan suatu gagasan seorang pengusaha haruslah mengidentifikasi
peluang bisnis yangada. Dengan langkah-langkah berikut yang harus dilakukan
secara berurutan:
a)Analisis persoalan
b)Analisis situasi
c)Merumuskan wilayah yang tidak diketahui
d)Mensurvei pelanggan sasaran
5)Unsur-unsur penting dalam aktivitas ekonomi
-Keinginan manusia
-Faktor-faktor produksi
-Cara-cara berproduksi( Techniques of production)
6)Hakikat bisnis
Dasar dalam memahami bisnis adalah memahami ilmu ekonomi. Karena bisnis
merupakan suatu bentuk dari kegiatan ekonomi. Ekonomi merupakan studi tentang
bagaimana suatu masyarakat memilih untuk menggunakan sumber-sumber daya yang
langka untuk menghasilkan atau memproduksi barang dan jasa dan
mendistribusikannya kepada masyarakat untuk dikonsumsi. Beberapa kunci untuk
memahami ekonomi:
1)Sumber-sumber daya
-Sumber daya Alam
-Sumber daya modal
-Sumber daya manusia (tenaga kerja)
2)Barang dan Jasa
Barang dan jasa merupakan hasil pengolahan/produksi dari sumber daya yang ada.
3)Alokasi sumber daya
Langkanya sumber daya dibandingkan dengan kebutuhan/keinginan manusia membuat
manusia harus menentukan pilihan bagaimana sumber daya tersebut akan digunakan.
Untuk membuat pilihan tersebut ada beberapa pertanyaan ekonomi mendasar yang
dapat diajukan yaitu:
-Barang dan jasa apa saja yang akan diproduksi dan berapa jumlahnya?
-Bagaimana barang dan jasa tersebut akan diproduksi dan oleh siapa?
-Siapa yang akan menggunakan dan memanfaatkan barang dan jasa tersebut? Dan
kapan barang dan jasa tersebut akan dibagikan?
Dalam ekonomi perdagangan bebas, alokasi sumber daya juga meliputi isu-isu yang
lain seperti “haruskah kebutuhan kemakmuran dan kesuksesan perusahaan
dipertimbangkan? Prioritas apa yang harus diberikan kepada kebutuhan pemerintah
akan sumber daya?”. Kegiatan pengalokasian ini juga termasuk kegiatan
pertukaran antara bisnis/produsen dengan konsumen yang saling menguntungkan
antara kedua belah pihak. Bisnis menghasialkan profit dan konsumen/pelanggan
dipuaskan oleh barang dan jasa yang ditawarkan bisnis/produsen.
Bila dikaitkan dengan dunia bisnis maka Ekonomi akan berperan dalam menentukan:
-Budaya ekonomi ataupun gaya bertindak sebagai manusia ekonomi
-Corak ragam sumber daya manusia yang berkecimpung dalam dunia bisnis berikut
pengembangan manusia dan hambatannya.
-Kondisi teknologi dan manajemen pada umumnya, serta konsistensi dan
inkonsistensinya dengan laju pembangunan.
Fungsi masyarakat yang berkaitan dengan dunia bisnis:
-Fungsi sosial
Tercapainya kesejahteraan fisik dengan memanfaatkan sumber daya dan fasilitas
yang ada pada masyarakat.
-Fungsi politik
Fungsi ini bersangkutan dengan proses-proses sosial yang meliputi proses
pengambilan keputusan dan juga proses distribusi nilai-nilai tertentu untuk
mencapai suatu tujuan yang diwarnai oleh kebudayaan yang berlaku di masyarakat
tersebut.
7) Alasan mengapa perlu belajar bisnis
1)Adanya saling ketergantungan
Manusia adalah makhluk sosial yang saling tergantung satu sama lain baik secara
individual maupun kolektif. Seiring dengan kemajuan zaman yang mengakibatkan
makin beragamnya kebutuhan dan keinginan manusia maka ‘saling ketergantungan’
ini pun makin meningkat. Yang mengakibatkan manusia melakukan tindakan ekonomi
atau bisnis.
2)Adanya peluang internasional
Meningkatnya globalisasi di dalam dunia bisnis telah membuka peluang bisnis.
Era baru dunia bisnis dalam pasar internasional memerlukan pemimpin bisnis yang
tahu bagaimana memulai, mengoprasikan dan melanjutkan usahanya.
3)Usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan standar hidup
Standar hidup menunjukan jumlah barang dan jasa yang dipandang rata-rata sebuah
keluarga atau individu sebagai suatu kebutuhan. Perkembangan teknologi dan
kemampuan suatu perusahaanmengantisipasi kebutuhan manusia mampu mengubah
standar hidup seseorang.
4)Adanya perubahan
Bisnis bersifat dinamis yang artinya bisnis selalu berubah. Mengikuti
perubahan-perubahan tersebut dapat lebih mudah,efisien dan mengurangi
traumatik, jika kita memahami ilmu bisnis.
5)Mencegah kesalahpahaman
Memahami bisnis dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman, kesalahan informasi
dan ketidakakuratan data yang kita terima sebagai sesuatu yang benar sehingga
membantu kita memisahkan fakta dan fiksi dalam isu-isu bisnis.
BAB 2
PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN
1)Pengertian Perusahaan
Perusahaan adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir
sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
Berdasarkan definisi ini dapat disimpulkan bahwa perusahahn memilik 5 unsur
penting. Yaitu: organisasi, produksi, sumber ekonomi, kebutuhan dan cara yang
menguntungkan.
2)Tempat kedudukan dan letak perusahaan
Tempat dan letak perusahaan merupakan salah satu faktor pendukung penting yang
dapat menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Dengan demikian tempat kedudukan
dan letak perusahaan harus diputuskan dengan hati hati atas dasar fakta yang
lengkap ditinjau dari aspek ekonomi maupun teknis, dan juga mempertimbangkan
fleksibilitasnya terhadap kemungkinan rencana di masa depan.
> Tempat kedudukan perusahaan
Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut yang pada
umumnya dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga
lain.
> Letak Perusahaan
Letak perusahaan ialah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau pabrik.
Letak perusahaan dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan merupakan salah satu
faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya
dengan biaya.
> Jenis letak perusahaan
Letak perusahaan dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
-Terikat keadaan alam
Berkaitan dengan ketersediaan dan kemudahan bahan baku.
-Terikat sejarah
Berkaitan dengan alasan yang hanya dapat dijelaskan dengan sejarah.
-Terikat oleh pemerintah
Dalam hal ini letak perusahaan ditetapkan oleh pemerintah atas dasar
pertimbangan keamanan, politik, kesehatan dan sebagainya.
-Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
Faktor-faktor ekonomi yang sangat berpengaruh dalam pemilihan letak perusahaan
yang bersifat industri antara lain kedekatan dan ketersediaan bahan
mentah,ketersediaan tenaga air, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan modal,
kemudahan transportasi serta kedekatan pasar dan kesesuaian iklim.
3)Perusahaan dan lembaga sosial
Perusahaan merupakan suatu unit tindakan produksi yang menyediakan barang dan
jasa bagi masyarakat. Unit kegiatan seperti ini sering disebut lembaga sosial.
Perlu dibedakan antara perusahaan dan lembaga sosial umum, dan yang
membedakannya adalah penekanan prioritas perusahaan terhadap laba, kelangsungan
hidup dan tanggung jawab sosial. Jika lembaga sosial lebih menitikberatkan
prioritasnya terhadap tanggung jawab sosial, maka perusahaan adalah sebaliknya
lebih berorientasi pada perolehan keuntungan.
a.Tujuan perusahaan
1)Keuntungan Maksimal (laba)
Laba merupakan kelebihan harga jual barang dan jasa di atas ongkos-ongkos yang
dipakai untuk menghasilkannya. Ongkos-ongkos ini terdiri dari upah pekerja,
sewa tanah, dan bunga modal. Sebuah perusahaan dengan tujuan laba maksimal
biasanya adalah lembaga/badan usaha untuk mengadakan konsentrasi modal. Dengan
tercapainya laba maksimal maka tercapai pula tujuan-tujuan lain perusahaan,
antara lain:
-Kelangsungan hidup(survival)
-Pertumbuhan perusahaan(growth)
-Prestise
2)Kesejahteraan anggota
Lembaga dengan tujuan utama mencapai kesejahteraan anggota badan usahanya
berbentuk koperasi yang bukan merupakan lembaga untuk mengadakan konsentrasi
modal, tetapi konsentrasi orang.
3)Kesejahteraan Masyarakat
Lembaga/badan usaha dengan tujuan mencapai kesejahteraan masyarakat biasanya
merupakan lembaga/badan usaha milih pemerintah(negara). Contohnya BULOG, PAM,
PLN, PERUMNAS, PJKA dan sebagainya.
b.Perusahaan sebagai suatu sistem
Perusahaan adalah suatu sistem karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber
ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi
serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tertentu antara lain
keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat,maupun tanggung jawab sosial.
c.Sifat sistem perusahaan
1) kompleks
2) sebagai kesatuan atau unit
3) beragam
4) saling bergantung
5) dinamis
d.Fungsi-fungsi perusahaan
1.Fungsi Operasi : Pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia,
fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informasi,
transformasi dan komunikasi, pelayanan umum dan fungsi operasi penunjang.
2.Fungsi Manajemen : Perencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengendalian.
e.Ciri-ciri perusahaan
1)Operatif, adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi,
penyedia/distribusi barang dan jasa.
2)Koordinasi, adanya koordinasi di dalam elemen-elemen perusahaan.
3)Regular, adanya keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalau
bergerak maju untuk mencapai kesinambungan perusahaan.
4)Dinamis, mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
5)Formal, tunduk terhadap peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan
pendirian
6)Lokasi, perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan
yang jelas letak geografisnya.
7)Pelayanan bersyarat, keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi
dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
4) Lingkungan perusahaan
Secara umum lingkungan perusahaan dibagi menjadi dua macam:
a)Lingkungan eksternal : faktor-faktor diluar dunia usaha yang mempengaruhi
kegiatan perusahaan. Faktor ini ada yang memepengaruhi secara langsung pada
kegiatan usaha (eksternal mikro) maupun secara tidak langsung (eksternal
makro).
b)Lingkungan Internal : faktor-faktor yang berada di dalam
kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
5) Pendekatan dalam melihat bisnis dan lingkungan
Kesempatan bisnis atau bisnis selalu dipengaruhi oleh lingkungan. Perusahaan
yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan maka akan tersingkir dari
dunia bisnis.Pendekatan yang dilakukan dalam melihat bisnis dan lingkungan
adalah dengan cara melihat tempat kedudukan dan perusahaan, mengerti
jenis-jenis lingkungan perusahaan dan pengaruhnya terhadap perusahaan. Pada
awalnya pendekatan ini dilakukan dengan berorientasi pada produsen yang bererti
semua produk apa saja akan terjual. Tetapi seiring berjalannya waktu dan
bertambah ketatnya persaingan antar pengusaha maka orientasinya berubah menjadi
kepada konsumen.
SUMBER : http://tiaralenggogeni.wordpress.com
http://daniel-isrofi.blogspot.com
http://eskomkom.wordpress.com
BAB 3 BENTUK BENTUK BADAN USAHA
1.Bentuk
Yuridis Perusahaan
*Perusahaan
perseorangan adalah Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang
kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan
memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila
bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian
itu.
*Firma adalah
persekutuan dua orang atau lebih untuk mendirikan atau menjalan kan suatu
perusahaan di bawah nama bersama , dan masing – masing sekutu atau anggota nya
memiliki tanggung jawab yang sama terhadap perusahaan . tanggung jawab anggota
tidak terbatas sehingga tidak ada pemisahan antara kekayaan perusahaan dengan kekayaan
pribadi . apa bila perusahaan menderita kerugian , maka seluruh kekayaan
pribadi nya dapat di jaminkan untuk menutup kerugian perusahaan.
*Persekutuan
Komanditer adalah persekutuan dua orang atau lebih bekerja
sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. ,di mana satu atau
beberapa orang sebagai sekutu menyerah kan modal dan sekutu yang lain yang
menjalankan perusahaan .
maka dalam CV di kenal 2 sekutu yaitu :
* sekutu aktif
: sekutu bekerja /komplementer, yaitu yang berhak memimpin
perusahaan
*sekutu pasif :
sekutu tidak bekerja / komandit ( sleeping partner ) ,, sekutu yang hanya
menyerah kan modal saja . namun setiap sekutu (anggota persekutuan)
memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat
dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
* Perseroan terbatas ( PT ) adalah suatu
persekutuan yang memperoleh modal dengan menggunakan sero / saham , di mana
setiap dapat memiliki satu atau lebih saham , serta bertanggung jawab sebesar
modal yang di serah kan .
namun ada 3 badan yang menentukan kelangsungan
perusahaan :
" PT . RUPS
" Direksi
" Dewan komisaris pemegang saham
*Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
BUMN digolongkan menjadi 3 jenis yaitu :
*
Perusahaan Jawatan (Perjan)
Perusahaan ini bertujuan pelayanan kepada masyarakat dan bukan mencari
keuntungan
*Perusahaan
Umum (Perum)
Perusahan
ini seluruh modalnya diperoleh dari negara. Perum bertujuan untuk melayani
masyarakat dan mencari keuntungan
>. Perusahaan Perseroan (Persero)
Perusahaan
ini modalnya terdiri atas saham-saham. Sebagian sahamnya dimiliki oleh
negara dan sebagian lagi dimilik oleh pihak swasta dan luar neger
* Koperasi: adalah bisnis yang beranggotakan
orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya
berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang
berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan
anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain
adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya
anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
2.LEMBAGA KEUANGAN
* LEMBAGA KEUANGAN
BANK
Lembaga keuangan bank dalam dunia
keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi
nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari
pemerintah. Bentuk umum dari lembaga keuangan ini adalah termasuk perbankan,
building society (sejenis koperasi di Inggris) , Credit Union, pialang saham,
aset manajemen, modal ventura, koperasi, asuransi, dana pensiun, dan bisnis
serupa lainnya.
Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga
keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank (asuransi, pegadaian, perusahaan
sekuritas, lembaga pembiayaan, dll).
Fungsi Lembaga keuangan bank
Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal
dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor
kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan
inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian, dimana uang
dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan sehingga risiko dari
para investor ini beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana
tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan. Ini adalah
merupakan tujuan utama dari lembaga penyimpan dana untuk menghasilkan
pendapatan
*
Lembaga Keuangan BUKAN Bank
Adalah Semua badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, yang secara
langsung atau tidak langsung menghimpun dana terutama dengan jalan
mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkan dalam masyarakat
terutama guna membiayai investasi perusahaan.
Jenis-jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank di Indonesia :
1. Pasar Uang
2. Pasar Modal
3. Sewa Guna Usaha
4. Modal Ventura
5. Pajak Piutang
6. Kartu Plastik
7. Asuransi
8. Dana Pensiun
9. Pegadaian
3.Kerjasama , Penggabungan dan Ekspansi
*Bentuk Penggabungan Perusahaan
Lingkungan Perusahaan yaitu seluruh faktor-faktor yang ada diluar Perusahaan
yang dapat menimbulkan peluang yang lebih atau ancaman terhadap perusahaan
tersebut
BENTUK – BENTUK PENGGABUNGAN :
> Trust
> Kartel
> Merger
> Holding company
> Concern
> Corner dan ring
> Syndicat
> Joint venture
> Production sharing
> Waralaba ( franchise )
*Bentuk Pengkhususan Perusahaan
ada 4 bentuk yaitu :
1. Spesialisasi
2. Trust/Kartel
3. Holding Company
4. Joint Venture
*Pengkonsentrasian
Perusahaan
1. Trust
Trust merupakan suatu bentuk penggabungan / kerjasama perusahaan secara
horisontal untuk membatasi persaingan, maupun rasionalisasi dalam bidang
produksi dan penjualan. Perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan trust
menyerahkan saham-sahamnya kepada Trustee (orang kepercayaan) untuk menerbitkan
sertifikat sahamnya.
2. Holding Company
Holding Company / Perusahaan Induk yaitu perusahaan yang berbentuk Corporation
yang menguasai sebagian besar saham dari beberapa perusahaan lain. Dalam hal
ini status perusahaan lain akan menjadi perusahaan anak dan kebijakan
perusahaan anak akan ditentukan oleh Holding (Induk). Holding Company bisa
terbentuk karena terjadinya penggabungan secara vertikal maupun horisontal.
Contoh Astra International, PT. Dharma Inti Utama.
3. Kartel
Kartel adalah bentuk kerjasama perusahaan-perusahaan dengan produksi barang dan
jasa sejenis yang didasarkan perjanjian bersama untuk mengurangi persaingan.
Kartel dibagi dalam beberapa bentuk :
4. Sindikasi
Adalah bentuk perjanjian kerjasama antara beberapa orang untuk melaksanakan
suatu proyek. Sindikasi juga dapat melakukan perjanjian sindikasi untuk memusatkan
penjualan pada satu lokasi tertentu, disebut sindikasi penjualan. Ada juga
sindikasi perbankan (beberapa bank bersindikasi untuk membiayai suatu proyek
yang besar)
5. Concern
Concern adalah suatu bentuk penggabungan yang dilakukan baik secara horisontal
maupun vertikal dari sekumpulan perusahaan Holding. Concern dapat muncul
sebagai akibat dari satu perusahaan yang melakukan perluasan usaha secara
horisontal ataupun vertikal melalui pendirian perusahaan baru.
Dengan concern, penarikan dana untuk anak perusahaan dapat dilakukan melalui
induk perusahaan yang kedudukannya di pasar modal lebih kuat dibandingkan bila
anak perusahaan beroperasi sendiri-sendiri di pasar modal.
6. Joint Venture
Merupakan perusahaan baru yang didirikan atas dasar kerjasama antara beberapa
perusahaan yang berdiri sendiri.
Tujuan utama pembentukan perusahaan joint venture ini adalah untuk memenuhi
kebutuhan komunikasi selular bagi segmen yang sering bepergian untuk menikmati
layanan yang friendly (ramah) dan biaya yang efisien, dimana pelanggan akan
merasakan layanan di luar negeri seperti layanan selular di negara sendiri.
Aktivitas pokok Bridge adalah mengembangkan suatu proses koordinasi regional
dimana seluruh pelanggan dapat menikmati layanan selular regional yang ditawarkan
oleh salah satu operator yang masuk dalam grup Bridge.
7. Trade Association
yaitu persekutuan beberapa perusahaan dari suatu cabang perusahaan yang sama
dengan tujuan memajukan para anggotanya dan bukan mencari laba.
Contoh: APKI (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia, ASIRI (Asosiasi Industri
Rekaman Indonesia)
8. Gentlement’s Agreement
Persetujuan beberapa produsen dalam daerah penjualan dengan maksud mengurangi
persaingan diantara mereka.
*Cara-Cara Penggabungan / Penyatuan Usaha
1. Consolidation / Konsolidasi
adalah penggabungan beberapa perusahaan yang semula berdiri sendiri-sendiri
menjadi satu perusahaan baru dan perusahaan lama ditutup
2. Merger
Dengan melakukan merger, suatu perusahaan mengambil alih satu atau beberapa PT
lainnya. PT yang diambil alih tersebut dibubarkan dan modalnya menjadi modal PT
yang mengambil alih. Para pemegang saham PT yang dibubarkan menjadi pemegang
saham PT yang mengambil alih.
3. Aliansi Strategi
adalah kerja sama antara dua atau lebih perusahaan dalam rangka menyatukan
keunggulan yang mereka miliki untuk menghadapi tantangan pasar dengan catatan
kedua perusahaan tetap berdiri sendiri-sendiri.
Contoh
;PT. A yang bergerak dalam bidang properti melakukan aliansi strategi dengan
PT. B yang mempunyai keunggulan dalam peralatan untuk membangun
konstruksi.Telkomsel melakukan aliansi strategis dengan enam operator selular
di Asia Pasifik telah menandatangi kesepakatan pembentukan perusahaan joint
venture yang dinamakan Bridge Mobile Alliance (Bridge).
4. Akuisisi
adalah pengambilalihan sebagian saham perusahaan oleh perusahaan lain dan
perusahaan yang mengambil alih menjadi holding sedangkan perusahaan yang
diambil alih menjadi anak perusahaan dan tetap beroperasi seperti sendiri tanpa
penggantian nama dan kegiatan.
Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau
jaminan produk akan diserap oleh pasar. Contoh : Aqua diakuisisi oleh Danone,
Pizza Hut oleh Coca-Cola, dan lain-lain. .
sumber pustaka :
> knowledge-life.blogspot.com
1.Kewiraswastaan,wiraswasta,wiraswastawan
Kewiraswastaan
(Enterpreneurship) adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk
beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha
untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Melalui upaya yang
dijalankannya, yang bersangkutan merencanakan dan mengharapkan kompensasi dalam
bentuk keuntungan di samping juga kepuasan. Bidang usaha atau perusahaan yang
dibangun oleh seseorang dengan kepribadian tertentu
(wiraswastawan/entrepreneur) sebagai alternative penyediaan lapangan kerja,
minimal bagi si pemilik modal itu, kita sebut wiraswasta.l
Wiraswasta
Pengertian wiraswastawan menunujuk kepada pribadi tertentu yang secara
kualitatif lebih dari kebanyakan manusia pada umumnya, yaitu pribadi yang
memiliki kemampuan untuk :
• Berdiri diatas kekuatan sendiri
• Mengambil keputusana untuk diri sendiri
• Menetapkan tujuan atas dasar pertimbangannya sendiri
• Mengambil resiko
• Tegas
• Memperhatikan lingkungan social untuk mencapai taraf hidup yang lebih
baik bagi semua orang
Peranan wiraswastawan
1. Memimpin usaha secara teknis maupun ekonomis dengan berbagai aspek
fungsional
2. Mencari keuntungan bisnis
3. Membawa perusahaan ke arah kemampuan
4. Memperkenalkan hasil produksi baru
5. Memperkenalkan cara produksi yang lebih maju
6. Membuka pasar
7. Mmerebut sumber bahan mentah maupun bahan setengah jadi
8. melaksanakan bentuk organisasi perusahaan yang baru
* Unsur
penting wiraswasta
Dalam wiraswasta ada beberapa unsur penting yang satu salma
lainnya saling terkait. Unsur-unsur tersbut adalah :
> Unsur pengetahuan mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki
seseorang. Pada umumnya unsur pengetahuan banyak ditentukan oleh tingkat
pendidikan orang bersangkutan.
> Unsur keterampilan pada umumnya diperoleh melalui latihan dan
pengalaman kerja nyata. Wiraswastawan yang dilengkapi keterampilan tinggi akan
mempunyai keberhasilan yang lebih tinggi.
> Unsur kewaspadaan merupakan paduan unsur pengetahuan dan sikap
mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang. Kewaspadaan berkaitan dengan
pemikiran atau rencana tindakan untuk menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi
atau diduga yang akan dialami.
Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan
2. PERUSAHAAN KECIL DALAM LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Perusahaan kecil memegang peranan penting dala komunitas perusahaan
swasta. Pengalaman di beberapa Negara maju (Amerika, Inggris, Jepang, dan
sebagainya) menunjukka bahwa komunitas perusahaan kecil memberikan kontribusi
yang perlu diperhitungkan di bidang produksi, pajak, penyedia lapangan kerja,
dan lain sebagainnya. Seringkali dari perusahaan kecil muncul gagasan-gagasan
baru yang merupakan terobosan penting dala kondisi perekonomian yang tidak
menguntungkan. Perusahaan yang sekarang ini telah besar, seperti General
Elektrik, IBM, PT ASTRA International, dan lain-lain, yang pada mulanya adalah
perusahaan kecil. Dengan kiat-kiat tertentu dari pelaku bisnis, perusahaan
kecil dapat berkembang dengan pesat menjadi perusahaan raksasa.
3.Perkembangan franchising di Indonesia Indonesia,
sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer
kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada
tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu
franchisee tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk
memproduksi produknya[11] . Agar waralaba dapat berkembang dengan pesat, maka
persyaratan utama yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang
mengikat baik bagi franchisor maupun franchisee. Karenanya, kita dapat melihat
bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas, waralaba berkembang
pesat, misalnya di AS dan Jepang. Tonggak kepastian hukum akan format waralaba
di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997, yaitu dengan dikeluarkannya
Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba. PP No. 16
tahun 1997 tentang waralaba ini telah dicabut dan diganti dengan PP no 42 tahun
2007 tentang Waralaba.
4. Ciri-ciri perusahaan kecilSecara umum perusahaan
kecil mengacu pada ciri-ciri berikut :
• Manajemen berdiri sendiri. Biasanya para manajer perusahaan adalah
pemiliknya juga, dengan predikat yang disandang mereka memiliki kebebasan untuk
bertindak dan mengambil keputusan.
• Investasi modal terbatas. Pada umumnya modal perusahaan kecil
disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik, karena jumlah
modal yang diperlukan relative kecil.
• Daerah operasinya local. Dalam hal ini majikan dan karyawan tinggal
dalam suatu lingkungan yang berdekatan dengan letak perusahaan.
• Ukuran secara keseluruhan relative kecil ( penyelenggara di bidang operasinya
tidak dominant)
* Keuntungan perusahaan kecil
Kebebasan dalam bertindak mengacu pada fleksibilitas gerak
perusahaan dan kecepatannya dalam mengantisipasi perubahan tuntutan pasar. Hal
ini lebih memungkinkan dalam perusahaan kecil karena ruang lingkup layanan
perusahaan relative kecil, sehingga penyesuaian terhadap adopsi teknologi yang
sesuai dengan kebutuhan pasar dapat dilaksanakan dengan cepat.
Penyesuaian dengan kebutuhan setempat dapat berjalan lebih baikterutama
karena dekatnya perusahaan dengan masyarakat setempat, keeratan hubungan dengan
pelanggan, serta fleksibilitas penyesuaian volume usaha dalam kaitannya dengan
tuntutan perubahan selera pelanggan.
* Kelemahan perusahaan kecil
Perusahaan dengan ukuran apa saja
(Besar, sedang, maupun kecil) selalu mengadung resiko. Perusahaan kecil lebih
mudah terpengaruh oleh perubahan situasi, kondisi ekonomi, persaingan, dan
lokasi yang buruk. Kelemahan perusahaan kecil yang terutama berkaitan dengan
spesialisasi, modal dan jaminan pekerjaan terhadap karyawannya.
* Mengembangkan perusahaan kecil
Untuk mengembangkan perusahaan diperlukan pertimbangan yang matang
terhadap tiga hal: profil pribadi ( dalam kaitannya dengan kelayakan kredit,
referensi-referensi, perincian pengalaman perusahaan), profil perusahaan (
dalam kaitannya dengan sejarah, analisis tentang para pesaing dan pasar,
startegi persaingan dan rencana opersai, rencana arus uang kontan dan analisis
pulang rokok ) serta paket pinjaman ( dalam kaitannya dengan jumlah yang
diminta, jenis pinjaman yang diminta, alasan pembenaran, jadwalan pembayaran
kembali- dan ketentuan-ketentuan pembayaran ). Pertimbangan yang matang untuk
mengembangkan perusahaan, memerlukan kejelian yang terkait erat dengan
kemampuan manajemen, pemenuhan kebutuhan modal, pemilihan bentuk kepemilikan
perusahaan dan strategi untuk memenangkan persaingan pasar.
* Kegagalan perusahaan kecil
Banyak factor yang menyebabakan
terjadinya kegagalan dalam perusahaan kecil. Sebagian penyebab kegagalan telah
disebutkan seperti kurangnya pengalaman manajemen, kurangnya modal, kurangnya
kemampuan dalam promosi penjualan, ketidakmampuan untuk menagih piutang yang
macet, penggunaan teknologi yang sudah ketinggalan zaman, kurangnya perencanaan
perusahaan, permasalahan kecakapan pribadi, kesalahan pemilihan bidang usaha,
dana lain-lain.
5. Perbedaan kewirausahaan dan Bisnis kecil
banyak guru , dosen ataupun pengusaha , berpendapat
bahwa kewirausahaan dan bisnis kecil itu berbeda , padahal sama sekali tidak
ada perbedaan nya, kenapa??
Karena antara kewirausahaan dan bisnis kecil :
1. mereka sama-sama berbisnis
2. pengukuran potensi bisnis sama
3. kapasitas dan varietas bisa dikatakan hampir sama karena membuat
lapangan kerja
4. unsur permodalan hanya dilihat dari sudut pandang yang berbeda
ketika memulai dan dimulai
5. jiwa enterpreneur yang dimiliki sama
6. ujung pangkalnya adalah pengembangan potensi enterpreneur sejatinya,
apakah langgeng atau tidak
BAB 5 MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Manajemen
Pengertian dan peranan manajemen
Manajemen
dapat di artikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua
sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Para ahli ekonomi umumnya mempunyai pengertian yang berbeda tantang manajemen,
berikut pengertian dengan demikian sebenernya manajemen itu hampir selalu ada
pada setiap kegiatan manusia sebab manusia akan selalu berusaha berkumpul dan
bekerja sama.
Fungsi dan Proses Manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang selalu ada dan melekat dalam proses
manajemen yang akan dijadiakan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan
untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen dapat dilakukan di perusahaan manapun.
Pada fungsi manajemen tersebut terdapat beberapa pendapat mengenai fungsi manajemen:
1.
George R. Terry
Fungsi manajemen: planning,organizing, actuating, dan
controlling.
2.
Harold Kontz dan Cyrill O’Donnel
Fungsi manajemen: planning, organizing, staffing, directing, dan
conrtolling.
3.
Henry Fayol
Fungsi manajemen: planning,
organizing, commanding, coordinating dan controlling
Berikut ini adalah garis
besar dari keseluruhan teori yang telah dijabarkan di atas kita dapoat
menyimpulkan tiga fungsi manajemen yang sangat umum digunakan yaitu
perencanaan, pengorganisasian, dan pengontrolan.
1. Perencanaan (planning)
Perencanaan adalah
kegiatan pertama seorang manajer dalam rangka melaksanakan fungsi
manajemen agar dapat membuat keputusan yang teratur dan logis sebelumnya harus
ada keputusan terlebih dahulu sebagai petunjuk langkah-langkah selanjutnya.
Keputusan itu mencakup hal-hal berikut:
·
Analisis, yaitu perhitungan bagaimana perkiraan dimasa depan.
·
Sasaran, yaitu perincian singkat dan tugas mengenai sasaran yang ingin
dicapai,menetapkan hasil yang diinginkan.
·
Kebijakan, yaitu rumusan cara-cara kerja yang akan dilaksanakn.
·
Program, yaitu urutan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai
sasaran.
·
Skedul waktu, yaitu penetapan waktu atau jadwal yang harus dilakukan.
·
Anggaran keuangan, yaitu penetapan sumber-sumber keuangan yang digunakan
untuk melaksanakan proyek yang direncanakan.
Planning yang efektif harus
memenuhi 5 W 1 H:
- What
: apa tujuan yang hendak dicapai
-
Why : mengapa hal tersebut perlu
dilakukan.
- Where :
dimana hal tersebut akan dilakukan.
- When : kapan hal tersebut akan dilakukan
- Who :
bagaimana cara melakukannya
Fungsi perencanaan
bermanfaat untuk hal-hal berikut:
a. Mengimbangi
ketidakteraturan dari perusahaan.
b. Memusatkan
perhatian pada sasaran.
c. Memperoleh
pengelolaan yang ekonomis dan dan efektif
d. Memudahkan
pengawasan.
e. Mendorong orang
memberikan prestasi.
3. Pelaksanaan (Actuating)
Actuating atau tahap pelasanaan merupakan penerapan atau implementasi dari rencana yang telah ditetapkan
dan diorganisasikan.Actuating merupakan langkah-langkah pelaksanaan rencana
didalam kondisi nyata yang mekibatkan segenap anggota organisasi untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
Actuating adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau
penuh kesadarab secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki
secara efektif. Dalam hal ini dibutuhkan kepemimpinan (Leadership).
Leadership adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan
tulus sehingga pekerjaan berjalan lancar dan tujuan dapat tercapai.
4. Pengawasan (Controlling)
Pengawasan adalah
fungsi manajemen yang tak kalah pentingnya, karna didalam pengawasan dilakukan
koreksi. Pengawasan diperlukan untuk melihat apakah rencana dilaksanakan sesuai
dengan tujuan. Tujuan pengawasan adalah untuk mencegah atau untuk memperbaiki
kesalahan,penyimpangan, penyelewengan dan kegiatan lainnya yang tidak sesuai
dengan rencana. Didalam pengawasan paling tidak dilakukan tiga proses, yaitu:
· Melakukan
pengukuran terhadap hasil kerja yang telah dicapai.
· Melakukan
perbandingan hasil kerja yang telah dicapai dengan standar yang telah
ditetapkan sebelumnya.
·
Melakukan koreksi terhadap hasil kerja yang meliputi pembiayaan dan
efesiensi kerja.
TIPE-TIPE MANAJEMEN
1. SEGI TIPE GOLONGAN
- Golongan
pimpinan yang terdiri atas orang-orang yang bakat atau kesenangannya
adalah menggerakkan atau memimpin orang-orang lain.
- Golongan
menengah ( independent ) terdiri atas orang-orang yang perhatiannya
dicurahkan kepada ilmu, keahlian, kejujuran, tehnik, dagang, kedokteran,
hukum dan lain-lain.
- Golongan
bawahan terdiri atas orang-orang yang tidak mampu atau memang tidak senang
mengurus dirinya sendiri sehingga kesenangannya adalah mengikuti orang
lain sebagai pemimpin mereka.
2. SEGI TIPE LEADERSHIP
Manajemen Tradisional adalah manajemen yang berjalan
karena tradisi, berdasarkan kebiasaan yang dipupuk secara bertahun-tahun dan
sering kali secara sistematis.
Manajemen ini mempunyai kelemahan yaitu :
- Pengembangan
lambat sekali, memerlukan waktu bertahaun-tahun dan mungkin sampai puluhan
tahun.
- Penggunaannya
terbatas, hanya dapat dipakai dalam menghadapi bidang usaha atau pekerjaan
yang terbatas.
Manajemen Bapak-Isme adalah manajemen yang berjalan
karena pandangan dan ketaatan bawahan terhadap manajernya. sebagai bapak sudah
sepatutnya atau sepantasnya ditaati dan dituruti kemauannya sebaik-baiknya.
Kelemahannya yaitu :
- Pengurusan
dari pada hal-hal yang zakelijk (tegas) didasarkan atas perasaan, sehingga
selalu akan gagal.
- Penggantian
pimpinan sukar, oleh sebab tidak banyak orang yang dapat berperan sebagai
bapak.
- Manajemen
semacam itu hanya dapat digunakan dalam lingkungan usaha kecil.
- Kerja
sama atas dasar perasaan, lambat laun akan mengalami keretakan yang tidak
dapat diperbaiki dengan menggunakan perasaan.
Manajemen sistematis adalah jenis manajemen yang
terutama digemari oleh para insinyur dan teknisi pada umumnya berjiwa eksakta.
Penyelenggaraan pekerjaan dalam rangka manajemen sistematis ini, termasuk
orang-orangnya dan alat-alatnya dipola sebelumnya menurut dari tindakan-tindakan
serta gerak dari jumlah- jumlah atau kwalitas kerjanya.
Kelemahannya yaitu :
- Manajemen
seperti ini hanya mungkin untuk pekerjaan-pekerjaan yang dapat diukur dan
di kalkulasi secara eksak, kemudian ditata seperti permainan tata letak.
- Kurang
luwas, memerlukan pekerja-pekerja yang dapat bekerja mekanis-rasional, dan
terutama sukar guna mengikuti keadaan yang berubah serba cepat.
- Mempunyai
kecenderungan untuk memperlakukan manusia sebagai mesin atau robot.
Manajemen ilmiah adalah manajemen yang menggunakan
ilmu pengetahuan, metode-metode ilmiah didalam menghadapi masalah-masalah,
kasus-kasus dan tindakan-tindakan yang perlu diambil. Mempergunakan metode
ilmiah dalam menghadapi masalah atau kasus berarti pada waktu menghadapi
masalah atau kasus dan berusaha mencari jawaban atau jalan pemecahan si manajer
bersikap obyektif, sistematis, rasional, factual, analitis, dan kritis. Namun
dalam pelaksanaan dari keputusan-keputusan nanti barulah ia bersikap sesuai
dengan iklim social, psykologis, dan sebagainya.
Proses Manajemen
Proses manajemen
didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:
Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah
aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan
mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode
untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana
dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja
harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan
sebagaimana mestinya. Aktivitas
manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai
kebutuhan, disebut kebutuhan.
Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut
dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan
antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa
tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari
beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan
dengan fungsi pengendalian.
Ciri-Ciri Manajer
Profesional:
1. Mempunyai rasa percaya
diri yang besar.
2. Berpandang jauh kedepan.
3. Berwawasan luas.
4. Berorientasi pada tujuan
pencapaian dan hasil
Keterampilan manajemen yang
dibutuhkan:
Menurut Robert
L.Katz :
1.
Keterampilan konseptual (conceptional skill)
2.
Keterampilan berhubungan dengan orang lain ( Humanity skill)
3.
Keterampilan teknis (technical skill)
Menurut Ricky W.
Griffin:
1.
Keterampilan manajamen waktu.
2.
Keterampilan membuat keputusan.
3.
Organisasi
Definisi Organisasi
Pengorganisasian
(Organizing) Menurut kamus istilah organizing berarti menciptakan suatu
struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga
hubungan antara bagian-bagian dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan
keseluruhan sruktur tersebut. Sedangkan pengorganisasian sendiri mempunyai arti
yakni sekelompok orang yang bekerja sama dengan menempatkan
tugas,fungsi,wewenang, dan tanggung jawab masing-masing untuk mencapai suatu
tujuan. Berikut beberapa pendapat para ahli mengenai definisi dari organisasi:
1.Prof Dr. Sondang P. Siagian
organisasi ialah setiap
bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja
bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu
tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang /
beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut
dengan bawahan.
2.Drs. Malayu S.P Hasibuan
organisasi ialah suatu
sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang
bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan
alat dan wadah saja.
3. Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro
organisasi adalah struktur
pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang
pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai
tujuan tertentu.
4. James D Mooney
Organization is the
form of every human, association for the assignment of common
purpose” atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu
tujuan bersama.
5. Chester L Bernard (1938)
Organisasi
adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define
organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama
memiliki visi dan misi yang sama.
6. Paul Preston dan Thomas Zimmerer
Organisasi adalah sekumpulan
orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk
mencapai tujuan bersama.(Organization is a collection people,
arranged into groups, working together to achieve some common
objectives).
Fungsi Pengorganisasian
·
Adanya pembagian tugas dan penggolongan kegiatan perusahaan.
·
Pembagian tugas kegiatan perusahaan kepada kelompok yang telah
ditetapkan.
·
Menentukan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Selain mempunyai fungsi,
pengorganisasian juga mempunyai tujuan yakni:
a. Kemudahan dalam
pelaksanaan tugas.
b. Kemudahan pimpinan
dalam melakukan pengawasan.
c. Kemudahan dalam
menentukan orang-orang yang dipercaya dalam
melaksanakan tugas.
Pentingnya mengenal Organisasi:
a. Terciptanya
hubungan yang baik antaranggota organiosasi.
b. Setiap anggota
mengetahui tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka
mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
c. Spesialisasi dalam
melaksanakan tugas
Bentuk-Bentuk Organisasi:
Organisasi Garis :
diciptakan oleh Henry Fayol.
Organisasi ini hanya
mengenal satu komando. Satu wewenang yang turun langsung dari pempin
kebawahan, mulai dari manajer puncak langsung ke mandor, bawahan bertanggung
jawab langsung pada atasan.
Organisasi Garis dan Staf :
diciptakan oleh Harrington Emerson.
Merupakan bentuk organisasi
yang mengambil kelebihan-kelebihan dari organisasi garis seperti adanya
pengawasan secara langsung, serta mengambil kelebihan-kelebihan dari organisasi
staf seperti adanya spesialisasi kerja.
Organisasi Fungsional :
diciptakan oleh F.W. Taylor
Bentuk organisasi ini
merupakan gabungan dari bentuk organisasi fungsional dan organisasi garis dan
staf.
Prinsip-Prinsip Organisasi
Prinsip-prinsip organisasi
banyak dikemukan oleh para ahli, salah satunya A.M. Williams yang
mengemukakan pendapatnya cukup lengkap dalam bukunya “Organization of
Canadian Government Administration” (1965), bahwa prinsip-prinsip
organisasi meliputi:
1) Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang
Jelas.
Organisasi dibentuk atas
dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu
organisasi tanpa adanya tujuan. Misalnya, organisasi pelayanan kesehatan
seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai suatu organisasi, mempunyai tujuan
yang ingin dicapai antara lain, memberikan pelayanan kesehatan yang
berkualitas dan lain lain.
2) Prinsip Skala Hirarkhi.
Dalam suatu organisasi harus
ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan sampai
pelaksana, sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan
pertanggungjawaban, dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara
keseluruhan.
3) Prinsip Kesatuan Perintah.
Dalam hal ini, seseorang
hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja.
4) Prinsip Pendelegasian Wewenang.
Seorang pemimpin mempunyai
kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan
pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus
dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan. Dalam pendelegasian,
wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan,
melakukan hubungan dengan orang lain, dan mengadakan tindakan tanpa minta
persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi.
5) Prinsip Pertanggungjawaban.
Dalam menjalankan tugasnya
setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan.
6) Prinsip Pembagian Pekerjaan.
Suatu organisasi, untuk
mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan
tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang
didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. Adanya
kejelasan dalam pembagian tugas, akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang,
pertanggungjawaban, serta menunjang efektivitas jalannya organisasi.
7) Prinsip Rentang Pengendalian.
Artinya bahwa jumlah bawahan
atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara
rasional. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi,
semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak, semakin
kompleks rentang pengendaliannya.
8) Prinsip Fungsional.
Bahwa seorang pegawai dalam
suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya,
kegiatannya, hubungan kerja, serta tanggung jawab dari pekerjaannya.
9) Prinsip Pemisahan.
Bahwa beban tugas pekerjaan
seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada
orang lain.
10) Prinsip Keseimbangan.
Keseimbangan antara struktur
organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. Dalam hal ini, penyusunan
struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan
organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan
dilakukan. Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh
‘koperasi di suatu desa terpencil’, struktur organisasinya akan berbeda dengan
organisasi koperasi yang ada di kota besar seperti di Jakarta, Bandung, atau
Surabaya.
11) Prinsip Fleksibilitas
Organisasi harus senantiasa
melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi
sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar
organisasi (external factor), sehingga organisasi mampu menjalankan
fungsi dalam mencapai tujuannya.
12) Prinsip Kepemimpinan.
Dalam organisasi apapun
bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi
mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan
oleh pemimpin organisasi tersebut.
Sebab keberhasilan dan kegagalan Organisasi
Keberhasilan
atau kegagalan organisasi pasti berhubungan dengan peran para anggotanya. Suatu
keberhasilan dapat dicapai bila ada kerjasama yg baik antar para anggotanya.
Sedangkan kegagalan dapat disebabkan karna adanya faktor internal di
pengorganisasian tersebyut yang bersifat negatif.
Hubungan Antara Manajemen dan
Organisasi
Manajemen
adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.
Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbale balik antara
kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat
mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada
pokoknya secara fungssional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang
dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga
dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen
untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi,
demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan
organisasi.
http://adyaniamelia13.blogspot.com/2013/01/manajemen-dan-organisasi.html
BAB 6
PEMASARAN
PEMASARAN
Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk
memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan
kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan
manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia
. Pengertian Pemasaran
Menurut William J. Stanton, pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan
usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan
mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli
yang ada maupun pembeli potensial.
2. Jenis-Jenis Pasar
]*a. Pasar Barang
Pasar barang adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang. Pasar barang
dapat dibagi lagi menjadi dua macam, yakni :
* Pasar Barang Nyata / Riil
Pasar barang nyata adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang yang
bentuk dan fisiknya jelas. Contohnya adalah pasar kebayoran lama, pasar senen,
pasar malam, pasar kaget, dan lain-lain.
* Pasar Barang Abstrak
Pasar barang abstrak adalah pasar yang menjual produk yang tidak terlihat atau
tidak riil secara fisik. Contoh jenis pasar ini adalah pasar komoditas /
komoditi yang menjual barang semu seperti pasar karet, pasar tembakau, pasar
timah, pasar kopi dan lain sebagainya.
b. Pasar Jasa / Tenaga
Pasar jasa adalah pasar yang menjual produknya dalam bentuk penawaran jasa atas
suatu kemampuan. Jasa tidak dapat dipegang dan dilihat secara fisik karena
waktu pada saat dihasilkan bersamaan dengan waktu mengkonsumsinya. Contoh pasar
jasa seperti pasar tenaga kerja, Rumah Sakit yang menjual jasa kesehatan,
Pangkalan Ojek yang menawarkatn jasa transportasi sepeda motor, dan lain
sebagainya.
c. Pasar Uang dan Pasar Modal
* Pasar Uang
Pasar Uang adalah pasar yang memperjual belikan mata uang negara-negara yang
berlaku di dunia. Pasar ini disebut juga sebagai pasar valuta asing / valas /
Foreign Exchange / Forex. Resiko yang ada pada pasar ini relatif besar
dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, namun demikian keuntungan yang
mungkin diperoleh juga relatif besar. Contoh adalah transaksi forex di BEJ,
BES, agen forex, di internet, dan lain-lain.
* Pasar Modal
Pasar Modal adalah pasar yang memperdagangkan surat-surat berharga sebagai
bukti kepemilikan suatu perusahaan bisnis atau kepemilikan modal untuk
diinvestasikan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Contohnya seperti
saham, reksadana, obligasi perusahaan swasta dan pemerintah, dan lain
sebagainya.
Jenis pasar menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar
dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
• Pasar TradisionalPasar tradisional adalah
pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat
mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan
adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
• Pasar ModernPasar modern adalah pasar yang
bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan
denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza,
dan tempat-tempat modern lainnya.
Jenis – Jenis Pasar menurut jenis barangnya. Beberapa pasar hanya menjual satu
jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan
dan daging serta pasar loak.
Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan
distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:
• Pasar Lokal
• Pasar Daerah
• Pasar Nasional dan
• Pasar Internasional
3. Konsep inti pemasaran
* Kebutuhan (needs)
Kebutuhan manusia (human needs) adalah ketidakberadaan beberapa pemuas
dasar. Manusia membutuhkan makanan, pakaian, tempat berlindung, keamanan, hak
milik dan harga diri. Kebutuhan ini tidak diciptakan oleh masyarakat atau
pemasar. Mereka merupakan hakikat biologis dan kondisi manusia.
Sebagai pelaku usaha harus jeli dalam membidik kebutuhan manusia pada saat
sekarang ini. Mungkin bisa saya
* Keinginan (wants)
Keinginan (wants) adalah
hasrat akan pemuas kebutuhan yang spesifik.Orang daerah perkotaan membutuhkan
makanan dan menginginkan hamburger, kentang goreng, dan minuman berkarbonisasi.
Dalam masyarakat lain kebutuhan ini mungkin dipenuhi dengan cara lain. Seorang
yang lapar di daerah pedesaan mungkin menginginkan nasi, buah-buahan, dan
kacang. Meskipun kebutuhan manusia sedikit, keinginan mereka banyak. Keinginan
manusia terus dibentuk dan diperbaharui sejalan dengan perkembangan jaman.
Bagi kalangan pengusaha yang ingin membidik pasar dari segi keinginan manusia
ini harus benar-benar sekreatif mungkin sehingga manusia (baca: konsumen)
tertarik.
* Permintaan (demands)
Permintaan (demands)
adalah keinginan akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan
kesediaan untuk membelinya. Keinginan jadi permintaan jika didukung oleh daya
beli. Banyak orang yang menginginkan mobil mewah, namun hanya sedikit yang
mampu dan bersedia untuk membeli. Karena itu perusahaan harus mengukur tidak
hanya berapa banyak orang yang menginginkan produk mereka tetapi yang lebih
penting berapa banyak orang yang benar-benar bersedia dan mampu membelinya.
* Produk
Manusia dalam
memuaskan kebutuhan dan keinginannya dengan menggunakan produk. Produk adalah
segala sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memuaskan suatu kebutuhan dan
keinginan. Produk atau penawaran dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu barang,
jasa, dan gagasan. Sebagai contoh adalah sebuah restoran siap saji menyediakan
barang (hamburger, kentang goreng, dan minuman ringan), jasa (pembelian, jasa
memasak, dan menyediakan tempat duduk), dan gagasan (menghemat waktu konsumen).
Point satu sampai tiga menjadi dasar Anda untuk menentukan produk yang ingin
dipasarkan. Gunakan bidikan yang tepat dan perencanaan yang matang untuk
menentukan produk Anda (Barang, Jasa atau Gagasan) agar menang dalam persaingan
didalam dunia pemasaran.
Perusahaan manufaktur sering membuat kesalahan dengan lebih memperhatikan
produk fisik daripada jasa yang diberikan produk tersebut.Mereka merasa menjual
produk daripada memberikan pemecahan atas suatu kebutuhan.
* Nilai, Biaya dan Kepuasan
Konsep
yang dapat membantu memecahkan masalah ini adalah nilai dan kepuasan. Nilai
(value) adalah perkiraan konsumen atas seluruh kemampuan produk untuk memuaskan
kebutuhannya. Misalkan seseorang tertarik pada kecepatan dan kemudahan berangkat
ke tempat kerja. Jika ditawarkan semua produk tersebut di atas tanpa biaya, ia
akan memilih mobil.
Namun, karena tiap produk memiliki biaya (cost), ia tidak akan memilih
mobil yang biayanya jauh lebih besar daripada sepeda atau taksi. Ia harus mengorbankan
sesuatu untuk mendapatkan mobil. Karena itu ia akan mempertimbangkan nilai dan
harga produk sebelum menetapkan pilihan. Ia akan memilih produk yang
menghasilkan lebih banyak nilai per rupiah. Menurut DeRose, nilai
adalah”pemenuhan tuntutan pelanggan dengan biaya perolehan, pemilikan, dan
penggunaan terendah”.
Dalam kegiatan pemasaran, dikenal konsep 4P ,. Konsep ini dapat diterapkan oleh
seorang wirausaha dalam memulai suatu bisnis. yaitu
• Product,
• Price,
• Placement,
• and Promotion.
4. Manajemen Pemasaran
- Empat faktor tersebut diantaranya
adalah harga, daerah pemasaran, kegiatan promosi atau pemasaran yang
dilakukan oleh pihak perusahaan, dan faktor utama yang paling penting
yaitu produk itu sendiri. Agar dapat terjadi penjualan yang optimal.
pengertian manajemen pemasaran adalah
Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan
pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan
mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud
untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.
menurut aosiasi pemasaran Amerika, manajemen pemasaran adalah sebuah proses
yang merencanakan dan melaksanakan konsep, penetapan harga, promosi dan
distribusi gagasan, barang dan jasa untuk menghasilkan pertukaran yang memenuhi
sasaran-sasaran yang sudah ditetapkan baik menurut perorangan dan organisasi.
1. Permintaan negatif, yaitu permintaan dimana sebagian dari segment pasar,
tidak menginginkan produk itu. tugasnya adalah mempositifkan permintaan.
2. Sedikit permintaan, yaitu keadaan dimana hanya sebagian kecil dari segment
pasar yang berminat terhadap penawaran produk. tugasnya adalah menciptakan
permintaan.
3. Permintaan tersembunyi, yaitu keadaan dimana ada permintaan, tetapi produk
tidak tersedia. tugasnya adalah mengembangkan permintaan.
4. Permintaan menurun, yaitu kondisi permintaan yang tiba-tiba menurun karena
sesuatu hal. tugasnya adalah meningkatkan permintaan.
5. Permintaan yang tidak teratur, yaitu keadaan jumlah permintaan yang
berubah-ubah yang biasanya diakibatkan oleh perubahan iklim, cuaca, atau mode.
tugasnya adalah menyelarasnya permintaan.
6. Permintaan penuh, yaitu jumlah permintaan sama dengan jumlah penawaran.
tugasnya adalah mempertahankan permintaan.
7. Permintaan berlebihan, yaitu keadaan dimana permintaan lebih besar daripada
penawaran. Keadaan seperti ini biasanya tidak dapat bertahan lama karena akan
segera dilirik oleh pengusaha untuk segera memenuhi permintaan tersebut.
tugasnya adalah mengurangi permintaan.
8. Permintaan tidak sehat, yaitu jenis permintaan akan barang atau jasa yang
merupakan pelanggaran terhadap norma-norma dalam masyarakat dan hukum. tugasnya
adalah menindakkan permintaan.
> Tugas-tugas manajemen pemasaran :
1. mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen
2. mengembangkan konsep produksi
3. menguji berlakunya konsep produk
4. membuat design produk
5. mengadakan pembungkusan dan merk
6. mengatur distribusi
7. menetapkan harga
8. mengatur distribusi
9. menciptakan komunikasi pemasaran yang efektif
10. memeriksa penjualan
11. memperhatikan kepuasan konsumen
12. memperbaiki dan mengembangkan rencana pemasaran
- Falsafah
Manajemen Pemasaran
Segala aktivitas haruslah dilandasi oleh falsafah. Falsafah pemasaran harus
menjadi pedoman seluruh aktivitas pemasaran. Terdapat 5 falsafah/pedoman yang
dapat digunakan oleh perusahaan untuk menjalankan aktivitas pemasaran, yaitu:
• Production Concept
Konsumen lebih menyukai produk yang tersedia secara luas dan murah harganya
• Product Concept
Konsumen menyukai produk produk yang menawarkan kualitas, dan kinerja
terbaik, serta fitur fitur yang inovatif
• Selling Concept
Konsumen dan pebisnis hanya akan membeli produk yang melakukan usaha usaha
pemasaran yang aktif. Konsumen tidak akan membeli jika tidak ada usaha
pemasaran yang gencar
• Marketing Concept
Kunci pencapaian sasaran organisasi adalah seberapa efektif suatu perusahaan
dalam menciptakan, menyampaikan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang
lebih superior kepada target pasarnya disbanding dengan pesaingnya
5. Holistic Marketing Concept
Merupakan konsep menyeluruh atas relationship marketing, integrated marketing,
internal marketing, social responsibility marketing
a. Relationship Marketing:
• ii. Sasaran kunci pemasaran adalah mengembangkan relationship secara mendalam
dan abadi dengan semua orang atau organisasi yang dapat mempengaruhi secara
langsung maupun tidak langsung keberhasilan aktivitas pemasaran perusahaan.
• iii. Relationship marketing memiliki tujuan membangun secara bersama-sama
relationship jangka panjang yang memuaskan dengan pihak pihak kunci, seperti:
customer, supplier, distributors, dan partner pemasaran lainnya, sehingga mampu
menghasilkan dan mempertahankan bisnisnya.
• Integrated Marketing:
Pemasaran terintegrasi yang memadukan:
• i. Product
• ii. Price
• iii. Place
• iv. Promotion:
• Advertising
• Sales promotion
• Events and experiences
• Public relations
• Direct marketing
• Personal selling
5. Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran adalah empat komponen dalam pemasaran yang terdiri dari 4P
yakni
• Product (produk)
• Price (harga)
• Place (tempat, termasuk juga distribusi)
• Promotion (promosi)
Karena pemasaran bukanlah ilmu pasti seperti keuangan, teori bauran pemasaran
juga terus berkembang. Dalam perkembangannya, dikenal juga istilah 7P dimana 3P
yang selanjutnya adalah People (Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik),
Process (Proses). Penulis buku Seth Godin, misalnya, juga menawarkan teori P
baru yaitu Purple Cow.
Pemasaran lebih dipandang sebagai seni daripada ilmu, maka seorang ahli
pemasaran tergantung pada lebih banyak pada ketrampilan pertimbangan dalam
membuat kebijakan daripada berorientasi pada ilmu tertentu.
Pandangan ahli ekonomi terhadap pemasaran adalah dalam menciptakan waktu,
tempat dimana produk diperlukan atau diinginkan lalu menyerahkan produk
tersebut untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen (konsep pemasaran).
6. Tujuan system pemasaran
1. Memperkenalkan Produk kepada Umum
2. Melakukan Promosi baik dalam bentuk fisik maupun maya
3. Mendukung Penjualan hingga terjadinya penjualan
4. Melakukan pemetaan terhadap pasar (market share, dsb)
5. Analisa terhadap kompetitor (pesaing usaha)
6. Membuat Feed back bagi produksi (tentang kekurangan dan kelebihan produk
yang dibuat dan dipasarkan)
7. sebagai acuan / pertimbangan untuk peningkatan produksi pada periode
selanjutnya
7. PENDEKATAN DALAM MEMPELAJARI PEMASARAN
Experiential marketing merupakan sebuah pendekatan dalam pemasaran yang sebenarnya
telah dilakukan sejak jaman dulu hingga sekarang oleh para pemasar. Pendekatan
ini dinilai sangat efektif karena sejalan dengan perkembangan jaman dan
teknologi, para pemasar lebih menekankan diferensiasi produk untuk membedakan
produknya dengan produk kompetitor. Dengan adanya experiential marketing,
pelanggan akan mampu membedakan produk dan jasa yang satu dengan lainnya karena
mereka dapat merasakan dan memperoleh pengalaman secara langsung melalui lima
pendekatan (sense, feel, think, act, relate), baik sebelum maupun ketika mereka
mengkonsumsi sebuah produk atau jasa. Experiential marketing sangat efektif
bagi pemasar untuk membangun brand awareness, brand perception, brand equity,
maupun brand loyalty hingga purchasing decision dari pelanggan. Oleh karena itu
pemasar juga harus berhati-hati dalam memilih sarana yang benar dan media yang
tepat agar tujuan pemasaran dapat tercapai seperti yang diharapkan.
(http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/mar/article/viewArticle/17009 )
sumber pustaka :
http://go-kerja.com/manajemen-pemasaran/ )
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100606014210AADeVlI
1. Perkembangan Manajemen Produksi
Manajemen
produksi berkembang pesat karena adanya factor :
* Adanya pembagian kerja (division of labour) dan
spesialisasi
Agar
produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan
azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan
kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan
akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang
lebih tinggi.
* Revolusi Industri
Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan
tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan
cepat dibidang perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa.
Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya,sedangkan pengusaha
kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.
Perkembangan revolusi industri terlihat pada :
1. Bertambahnya penggunaan mesin
2. efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja,
3. Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi.
4. meluasnya system perbankan dan perkreditan.
Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan
kegiatan pemasaran.
* Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup
penggunaan computer
Sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan tekhnologi
canggih kedalam bisnisnya.
* Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode
ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya
metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :
1. Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
2. Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
3. pelatihan pekerja dengan metode baru
4. pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.
Pengertian
Manajemen ProduksiManajemen Produksi yaitu kegiatan atau usaha
yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan /koordinasi kegiatan
orang lain.
>Organisasi yaitu alat untuk mencapai tujuan dalam manajemen.
>Manajemen
Produksi yaitu kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan
sumber-sumber daya.
Dalam peningkatan produktivitas dijumpai2 permasalahan penting, yaitu:
1. Produktifitas akan meningkat apabila terdapat perbaikan kondisi kerja
2. Beberapa peningkatan produktivits tidak dapat membantu organisasi secara
keseluruhan.
Pengertian produksiProduksi adalah:
- suatu kegiatan atau proses yang mengubah masukan (input) menjadi keluaran
(output).
- kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi, setengah jadi, barang
industri, suku cadang maupun komponen-komponen penunjang.
- kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunaan
suatu barang atau jasa.
Utilitas / Kegunaan (Utility) adalah kemampuan suatu produk untuk memuaskan
keinginan manusia (konsumen).
Terdapat empat jenis utilitas berbasis produksi:
1. Utilitas waktu : perusahaan membuat produk tersedia sewaktu konsumen
menginginkannnya. Misalnya hiasan pohon natal di waktu natal
2. Utilitas tempat: Produk-produk tersedia di tempat yang sesuai bagi konsumen
3. Utilitas kepemilikan : Dengan membuat suatu produk tersedia bagi konsumen
untuk dimiliki dan digunakan.
4. Utilitas bentuk : Dengan mengubah bahan mentah menjadi barang jadi, produksi
menyebabkan produk-produk menjadi tersedia.
Produksi diartikan sebagai suatu kegiatan yang mentransformasikan
masukan(input) menjadi keluaran(output).
Proses ProduksiProses Produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu:
1. Kelangsungan hidup
a. Produksi terus-menerusDilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk
barang-barang.walaupun terjadi perubahan bentuk barang-barangtetapi tidak
mengubah susunan dan fungsi alat-alatmesin.proses ini menghasilkan produk yang
standar(massal)
b. Produksi yang terputus-putusProses produksi ini dilakukan berdasarkan
pesanan sehingga harus mengatur kembali alat-alat dan penyesuaian
terus-menerus.
2. Teknik
a. Proses Ekkstraktif
b. Proses analitis
c. Proses Pengubahan
d. Proses Sintetis
Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen
ProduksiDilihat dari kondisi keputusan yang harus diambil, dibedakan
menjadi
1. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan
keadaan lain.
Bidang Produksi Mempunyai 5 Tanggung Jawab keputusan Utama, yaitu :
1. Proses
2. Kapasitas
3. Persediaan
4. Tenaga Kerja
5. Mutu/Kualitas
6. Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Ruang lingkup manajemen produksi1.
Perencanaan system produksi
2. Perencanaan operasi dan system pengendalian produksi
Manajemen
produksi mencakup perancangan atau penyiapan sistem produksi serta
pengoprasiannya.
Penambahan dan perancangan sistem produksi meliputi :
1. Seleksi dan desain hasil produksi
2. seleksi dan perancangan proses serta peralatan
3. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
4. rancangan tata letak dan arus kerja
5. Rancangan tugas
6. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas
Fungsi Serta Sistem Produksi Dan Operasi
A. Fungsi Produksi dan Opersi
Berikut ini ada 4 fungsi terpenting dalam poduksi dan operasi
1. Proses Pengolahan
2. jasa-jasa penunjang
3. Perencanaan
4. pengendalian /pengawasan
Proses Produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu:
Proses Operasi / Produksi adalah serangkaian metode dan teknologi yang
digunakan dalam memproduksi barang atau jasa.
Jenis produksi dapat diklasifikasikan menurut perbedaan dalam proses-proses
operasinya. Barang-barang produk berdasarkan apakah proses operasinya
mengkombinasikan sumber daya atau dipecah menjadi beberapa bagian komponen.
Kita dapat menjabarkan jasa berdasarkan tingkat kontak dengan pelanggan yang
dibutuhkan.
Proses Pabrikasi Barang : Proses Analitis vs Sintetis
Seluruh proses pabrikan dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat analitis atau
sintetis dari proses transformasi.
• Proses analitis: proses produksi yang menguraikan sumber-sumber daya menjadi
komponen untuk menciptakan produk-produk jadi.
• Produksi sintetis : proses produksi yang mengkombinasikan bahan-bahan mentah
untuk memproduksi suatu barang jadi.
Proses jasa : Tingkat kontak dengan pelanggan
Satu cara mengklasifikasikan jasa adalah menanyakan apakah suatu jasa tertentu
dapat diberikan tanpa pelanggan menjadi bagian dalam sistem produksi.
• Proses kontak tinggi: Tingkat kontak antara jasa dengan konsumen dimana
konsumen menerima jasa sebagai bagian dari sistem. Misalnya jasa transportasi.
• Proses kontak rendah: tingkat kontak antara jasa dengan konsumen dimana
konsumen tidak perlu menjadi bagian dari sistem dalam menerima jasa. Misalnya
penyetoran giro di bank, nasabah tidak mengikuti proses perbankannya.
Proses Produksi dapat ditinjaui dari dua segi yaitu:
1. Kelangsungan Hidup
a. Produksi terus-menerus (Continuous Production)
Produksi terus menerus dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk
barang-barang. Dalam proses produksi ini, walaupun terjadi perubahan model, susunan
dan fungsi alat-alat mesin yang dipakai tidak berubah. Misalnya penggergajian
kayu mengubah balok menjadi papan, karet menjadi ban atau pun proses perakitan
mobil, walaupun terjadi perubahan bentuk tetapi tidak mengubah susunan dan
fungsi alat-alat mesin. Proses produksi ini menghasilkan produk yang standar
(massal).
b. Produksi yang terputus-putus (Intermitten Production)
Proses produksi tidak terus menerus atau operasi seringkali terhenti guna
mengubah alat-alat, pengaturan kembali alat-alat dan penyesuaian yang terus
menerus diadakan sesuai dengan tuntutan produk yang akan dihasilkan. Proses
produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan yang sesuai dengan keperluan
pemesan.
2. Teknik
a. Proses ekstraktif : suatu proses pengambilan langsung dari alam seperti
kayu, perikanan, pertambangan.
b. Analitis : Proses memisahkan bahan-bahan seperti minyak mentah menjadi
minyak bersih.
c. Proses Pengubahan: Proses perubahan bentuk seperti alat-alat rumah tangga.
d. Proses Sintetis: Proses mencampur dengan unsur-unsur lain seperti
bahan-bahan kimia
1. Kelangsungan hidup
a. Produksi terus-menerus
Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang.walaupun terjadi
perubahan bentuk barang-barangtetapi tidak mengubah susunan dan fungsi
alat-alatmesin.proses ini menghasilkan produk yang standar(massal)
b. Produksi yang terputus-putus
Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus mengatur
kembali alat-alat dan penyesuaian terus-menerus.
2. Teknik
a. Proses Ekkstraktif
b. Proses analitis
c. Proses Pengubahan
d. Proses Sintetis
Pemilihan Lokasi PabrikPenentuan atau pemilihan lokasi pabrik adalah
penting, karena mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam persaingan, dan
kelangsungan hidupnya. Penentuan lokasi pabrik juga harus mempertimbangkan kemungkinan
ekspansi.
Tujuan Perencanaan Lokasi Pabrik
Tujuannya adalah agar perusahaan dapat beroperasi dengan lancar, efektif dan
efisien. Penentuan lokasi memperhatikan faktor biaya produksi & biaya
distribusi barang yang dihasilkan & faktor lokasi sangat penting untuk
menurunkan biaya operasi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lokasi Pabrik :
Faktor utama :
>Lingkungan masyarakat
> Kedekatan dengan pasar
> Tenaga kerja
> Kedekatan dengan bahan mentah dari pemasok
> Fasilitas dan biaya transportasi
> Sumberdaya alam lainnya
Faktor sekunder
> Harga tanah
> Dominasi masyarakat
> Peraturan tenaga kerja
> Rencana tata ruang
> Kedekatan dengan lokasi pabrik pesaing
> Tingkat pajak
> Cuaca/iklim
> Keamanan
> Peraturan lingkungan hidup
Pendekatan situasional atau contingency adalah penentuan lokasi
berdasarkan faktor terpenting menurut kebutuhan dan kondisi masing-masing
perusahaan. Misalnya :
> Dekat dengan pasar
> Dekat dengan sumber bahan baku saja
> Tersedia tenaga kerja
Perangkap Dalam Pemilihan Lokasi
> Lokasi sulit mendapatkan tenaga kerja .
> Lokasi dengan harga tanah murah, tetapi kondisinya jelek sehingga perlu
biaya mahal untuk membuat pondasi.
> Lokasi diluar kota dengan harga murah, tetapi fasilitas prasarana jalan
dan saran transportasi belum dibangun.
> Lokasi di sekitar pemukiman dan sulit membuang limbah.
Tahap Pemlihan Lokasi Pabrik
Melihat kemungkinan beberapa alternatif
daerah yang akan dipilih.Ü
Melihat pengalaman orang lain dan
pengalaman sendiri untuk menentukan lokasi pabrik.Ü
Mempertimbangkan dan menilai alternatif
pilihan yang menguntungkan.Ü
http://blogdeta.blogspot.com/2009/03/manajemen-produksi.html
BAB 8 KONSEP NILAI WAKTU DARI RUANG
KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG
Konsep
nilai waktu uang diperlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan
ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan keputusan
ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan dipilih.
Suatu
jumlah uang tertentu yang diterima waktu yang akan datang jika dinilai sekarang
maka jumlah uang tersebut harus didiskon dengan tingkat bunga tertentu
(discount factor).
Suatu
jumlah uang tertentu saat ini dinilai untuk waktu yang akan datang maka jumlah
uang tersebut harus digandakan dengan tingkat bunga tertentu ( Compound factor)
1. Nilai yang akan datang
(future value)
Nilai
uang diwaktu akan datang dari sejumlah uang saat ini atau serangkaian
pembayaran yang dievaluasi pada tingkat bunga yang berlaku.
2.
Nilai
saat ini (present value)
Nilai
sekarang dari jumlah yang diperoleh di masa mendatang atau sering pula disebut
dengan present value adalah nilai sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan
untuk memperoleh jumlah yang lebih besar di masa mendatang.
3. Anuitas
Anuitas
adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara
berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu anuitas juga diartikan sebagai
kontrak di mana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala
sebagai imbalan premi yang telah Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang
diterima dari obligasi atau dividen tunai dari suatu saham preferen.
Ada dua jenis anuitas:
1. Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya
terjadi pada akhir periode
2. Anuitas jatuh tempo (due) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya
dilakukan di awal periode.
Dalam
Anuitas (A) terkandung :
Angsuran (An) dan Bunga (Bn)
Rumus
:
A = An + Bn
Anuitas
Terhutang
H = A1 + A2 + A3 +…….+ An
H = A1 + A1(1+b) + A1(1+b) + …. + A1(1+b)
Nilai
sekarang anuitas
PVAn
= A1 [(S(1+i) n ] = A1 [ 1 – {1/ (1+ i)n /i } ]
Referensi:
http://marchtavaissta.wordpress.com/2012/01/12/konsep-nilai-waktu-dari-uang/
BAB
9 MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN
Manajemen
Keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh
sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakannya se-efektif, se-efisien,
seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba
Tanggung Jawab Manager Keuangan
Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas
manajer keuangan. Tugasnya antara lain adalah
1. Perolehan dana dengan biaya murah.
2. Penggunaan dana efektif dan efisien
3. analisis laporan keuangan
4. analisis lingkungan Internal dan
eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin.
Berdasarkan tugas tersebut, manajemen keuangan memiliki tujuan antara lain
adalah ;
1. Memaksimalkan nilai perusahaan
2. Membina relasi dengan pasar modal dan pasar uang
5. Sifat Dasar Perusahaan
Tujuan perusahaan adalah mencari laba dan mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Dalam kegiatannya mencari laba,pemilik memberi wewenang kepada manajemen untuk
melaksanakannya. Dalam usahanya memperoleh laba manajemen harus berprilaku:
1. Memaksimumkan nilai perusahaan, artinya manajemen harus mengahasilkan laba
lebih besar dari biaya modal yang digunakannya.
2. Tanggung jawab sosial, artinya dalam mencari laba, manajemen tidak boleh
merusak lingkungan alam,sosial, dan budaya.
3. Etika, artinya manajemen dalam mengusahakan laba harus tunduk pada
norma-norma sosial di lingkungan mereka bekerja dan tidak boleh menipu
masyarakat konsumen.
Peranan Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan memiliki peran dalam kehidupan perusahaan ditentukan oleh
perkembangan ekonomi kapitalisme. Pada awal lahirnya kapitalisme sebagai system
ekonomi pada abad 18, manajemen keuangan hanya membahas topic rugi-laba.
Selanjutnya berturut-turut ia memiliki peranan antara lain sebagai berikut :
1. Tahun 1900 awal : Penerbit surat berharga
2. Tahun 1930 – 1940 : kebangkrutan, reorganisasi
3. Tahun 1940 – 1950 : anggaran & internal audit
4. Tahun 1950 – 1970 : eksternal perusahaan
5. Tahun 1970 – 1980 : inflasi
6. Tahun 1980 – 1990 : krisis ekonomi keuangan
7. Tahun 1990 – sekarang : globalisasi
#Penganggaran Modal ( Capital Budgeting)
Istilah penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan
pembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipmen baru untuk
memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.
Penganggaran Modal – Suatu Konsep Investasi
Dikatakan sebagai suatu konsep investasi, sebab peng anggaran modal melibatkan
suatu pengikatan (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh
keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang.
Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan keterika tan dana tersebut
dalam jangka waktu yang relatif panjang, serta mengandung resiko.
Jenis Investasi
Investasi dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) golongan, yakni sebagai
berikut :
(1) Investasi yang tidak menghasilkan laba (non profit investemen).
(2) Investasi yang tidak dapat diukur labanya (non measurable profit
investment)
(3) Investasi dalam penggantian ekuipmen (replacement investment).
(4) Investasi dalam perluasan usaha (expansion investment).
Penjelasan Masing-masing Jenis Investasi di atas
(1) Investasi yang tidak menghasilkan laba.
(2) Investasi yang tidak dapat diukur labanya.
(3) Investasi dalam Penggantian Mesin dan Equipment.
(4) Investasi dalam Perluasan Usaha
# penggolongan investasi dalam pemilihan alternatif Investasi
Ada beberapa kriteria dalam penilaian investasi yakni dapat menggunakan
beberapa metode :
1. Payback Method.
2. Average Return on Investment
3. Present Value
4. Discounted Cash Flows.
#metode penilaian inverstasi
* Metode ini sering pula disebut dengan istilah lain seperti
payoff method dan pay out method.
* Faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan suatu
usulan investasi adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menutup kembali
investasi.
Perhitungan Pay-back yang belum memperhitungkan Unsur Pajak Penghasilan
Pay-back Period =
Investasi
.
( dlm
tahun)
Laba Tunai rata-2 per tahun
Misal :
Suatu rencana investasi membutuhkan investasi, mula-mula (akuntansi
diferensial) sebesar Rp. 80.000.000,- diperkira- kan laba tunai setelah pajak
/tahun selama 5 tahun berturut turut yakni : Rp. 23 juta, Rp. 18. Juta, Rp. 21
juta, Rp. 36 juta dan Rp. 25 juta.
Perhitungan pay-back period jika Aliran Kas Masuk Bersih tiap periode tidak
sama :
Tahun Laba Tunai Investasi Yang Ditutup
Payback Period yang Diperlukan
1 Rp. 23 juta Rp. 23 juta
1,0
2 Rp. 18 juta Rp. 18 juta
1,0
3 Rp. 21 juta Rp. 21 juta
1,0
4 Rp. 36 juta Rp. 18 juta
0,5
5 Rp. 25 juta - -
Rp. 80 juta 3,5 tahun
Kesimpulan : Dalam jangka waktu 3,5 tahun investasi sudah dapat kembali sebelum
masa umum ekonomisnya habis.
#Arus kas masuk
Menurut pernyataan standar akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2, laporan arus kas
adalah memberi informasi histories mengenai perubahan kas dan setara kas dari
laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas
investasi, maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi.
Average Return on Investment Method
( Metode Rata-rata Kembalian Investasi)
Metode ini juga disebut Accounting method atau Financial Statement method.
Rumus. : Rata-rata kembalian Investasi
Rata-Rata Kembalian = Laba Sesudah Pajak =
… %
Investasi
Rata-Rata Investasi
Kriteria Penilaian.
1. Suatu investasi akan diterima jika tarif kembalian investasinya
dapat memenuhi batasan yang ditetapkan manajer.
2. Jika Pengambilan Keputusan belum memiliki batasan tarif
kembalian investasi, maka dari beberapa investasi yang diusulkan dipilih adalah
yang memberikan tingkat kembalian yang terbesar.
#Kebaikan Metode Rata-rata Kembalian Investasi.
- Metode ini telah memperhitungkan aliran kas selama umur proyek
investasi.
Kelemahan Metode Rata-rata Kembalian Investasi
1. Tidak memperhitungkan nilai waktu uang.
2. Dipengaruhi oleh penggunaan metode depresiasi.
3. Metode tidak dapat diterapkan jika investasi dilakukan dalam
beberapa tahap.
Contoh :
Untuk melaksanakan suatu proyek diperlukan investasi mula-mula adalah Rp.
10.000.000. diperkirakan 10 th, tanpa nilai residu pada akhir tahun kesepuluh.
Diperkirakan setiap tahun akan dapat diperoleh kas masuk (cash inflows)
rata-rata sebesar Rp. 4.000.000, sedangkan kas keluar (cash outflows), termasuk
pajak, rata-rata sebesar Rp. 2.500.000.
Tarif Kembalian Investasi :
Rp.(4.000.000 – 2.500.000) – (10.000.000/10)
Rp. 10.000.000
= 5%
Metode Average Rate of Return
Metode ini digunakan untuk mengukur rata-rata tingkat keuntungan investasi.
Misalnya, investasi proyek poliklinik baru
• Aktiva tetap : Rp. 800 juta, umur 8 thn.
• Modal kerja : Rp. 200 juta
• Penghasilan kerja : Rp.1.500 juta/thn
• Biaya operasional tunai Rp. 1000 juta
• Pendapatan : Rp. 1.500 juta
• Biaya-biaya :
-Operasional tunai Rp. 1.000 jt
-Penyusutan (Rp. 800jt/8) Rp. 1.100jt
• Laba sblm pajak : Rp. 400jt
• Pajak (35%) : Rp. 140jt
• Laba stlh pajak : Rp. 260jt
Rata-rata dana investasi susut Rp. 100jt/thn
Rata-rata dana investasi dalam aktiva tetap
=(800jt+700+600+500+400+300+200+100+0)/9= Rp. 400jt
Total investasi rata-rata = RP. 400jt+RP. 200jt = Rp.600jt
Average Rate of Value = Rp.260 X 100%
Rp.600
= 43,33 %
Metode Net Present Value
Metode Net Present Value adalah selisih uang yang diterima dan uang yang
dikeluarkan dengan memperhatikan time value of money. Gunakan rumus time value
of money yang present value untuk mengetahui nilai uang saat ini. Oleh karena
uang tersebut akan diterima di masa depan, kita harus mengetahui berapa
nilainya jika kita terima sekarang. Jika selisihnya positif maka bisnis
tersebut diterima. JIka negative, bisnis tersebut tidak layak. Jika 0, bisnis
tetap dijalankan jika bisnis tersebut digunakan untuk kepentingan public. NPV
semakin besar semakin layak. Untuk independent projects pilih yang positif.
Untuk mutually eksklusif pilih yang positifnya paling besar.
Metode Profitability Index
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai arus kas bersih yang akan
datang dengan nilai investasi yang sekarang. Profitability Index harus lebih
besar dari 1 baru dikatakan layak. Semakin besar PI, investasi semakin layak.
Metode Internal Rate of Return
Metode Internal Rate of Return adalah adopsi dari NPV. Satuannya menggunakan %.
Tingkat bunga dimana arus kas masuk yang sudah di-presentvaluekan = Initial
Investment-nya. IRR > K diterima, IRR < K ditolak. Semakin besar IRR,
proyek semakin layak.
2 .Perencenaa keuangan
Rencana
keuangan adalah rencana usaha untuk mencapai posisi keuangan yang dicari dimasa
yang akan datang.
1. Mengapa Perusahaan Membutuhkan Dana ?
Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi, karena kegagalan
dalam membayar pemasok dapat dapat membuat bangkrutnya usaha. Manajer harus
dapat membedakan dua jenis pengeluaran :
• Pengeluaran Jangka Pendek (Short Term / Operatinge Xpenditures)
• Pengeluran Jangka Panjang (Long Term / Capital Xpenditures)
2. Pembelanjaan Atau Pembiayaan Perusahaan (Corporate
Financing)
Untuk memenuhi kebutuhan akan pengeluaran jangka pendek maupun panjang,
perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal
awal dari pemilik serta kemampuannya dalam menghasilakn laba, tetapi juga dana
dari luar perusahaan seiring dengan perkembangan kemajuan usahanya.
• Sumber Dana Jangka Pendek.
Sumber dana jangka pendek meliputi :
- Trade Credit (Utang Dagang), berfungsi sebagai sumber dana bagi perusahaan
barang telah dapat diterima tetapi pembayarannya diserahkan kemudian.
- Pinjaman Bank Jangka Pendek Dengan Jaminan (Scured Short Term Loan),
merupakan sumber dana jangka pendek yang sangat penting.
- Pinjaman Jangka Pendek Tanpa Jaminan (Unsecured Short Term Loan), Pinjaman
ini merupakan sumber dana jangka pendek yang penting bagi perusahaan. Dengan
jenis pinjaman ini, perusahaan tidak perlu menyerahkan jaminan kepada bank.
- Letter Of Credit, Adalah janji tertulis dari bank bagi pihak pembeli untuk
membayar sejumlah uang kepada perusahaan yang dituju (penjual) bila sejumlah
kondisi telah terpenuhi.
- Commercial Paper, adalah surat berharga yang diterbitkan dan dijual oleh
perusahan besar dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendeknya.
- Factoring. Perusahaan dapat memperoleh dana dengan cepat melalui factoring
yaitu dengan menjual piutang perusahaan kepada perusahaan 5faktor (perusahaan
pembeli piutang) yang biasanya adalah lembaga keuangan.
• Sumber Dana Jangka Panjang.
Pada umumnya perusahaan membutuhkan dana jangka panjanguntuk memenuhi
pengeluaran jangka panjangnya, seperti pembelian aktiva tetap. Agar bias
memulai usahanya perusahaan harus mengeluarkan dana untuk bangunan dan
peralatan. Pencarian dana jangka panjang diperoleh dari :
- Pembiayaan Melalui Utang :
a) Utang jangka panjang
b) Obligasi perusahaan
- Pembiayaan Dengan Modal Sendiri (Equity Financing) : a) Saham biasa
c) Laba ditahan
Sumber refrensi :
http://www.duniaremaja.org/makalah-f59/manajemen-keuangan-pengertian-t152.htm?highlight=manajemen
http://organisasi.org/definisi-pengertian-manajemen-keuangan-tugas-pokok-dan-tujuan-manajer-keuangan-perusahaan
http://khairunnisafathin.wordpress.com/2010/11/15/manajemen-keuangan-perusahaan/
http://www.scribd.com/doc/6878583/Manajemen-Keuangan-
BAB
10 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
A.
PENGERTIAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah
pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya
untuk dapat
menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah
ditentukan.
Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya
manusia atau
dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F.
Stoner
manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang
bertujuan
untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat
untuk
ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi
memerlukannya.
Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain sistem perencanaan,
penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi
kinerja,
kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber
daya
manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi
secara
langsung sumber daya manusianya.
Berikut ini adalah pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut para
ahli:
1. Menurut Melayu SP. Hasibuan.
MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar
efektif dan
efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
2. Menurut Henry Simamora
MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan
jasa
dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja.
MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan
personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi
karyawan
dan hubungan perburuhan yang mulus.
3. Menurut Achmad S. Rucky
MSDM adalah penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusis,
pendayagunaan,
pengemebangan dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara
efektif
untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal oleh
organisasi
tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.
4. Menurut Mutiara S. Panggabean
MSDM adalah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pimpinan
dan
pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan,
evaluasi pekerjaan,
pengadaan, pengembngan, kompensasi, promosi dan pemutusan hubungan kerja guna
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari definisi di atas, menurut Mutiara S. Panggabaean bahwa, kegiatan di bidang
sumber
daya manusia dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu dari sisi pekerjaan
dan dari sisi
pekerja.
Dari sisi pekerjaan terdiri dari analisis dan evaluasi pekerjaan. Sedangkan
dari sisi pekerja
meliputi kegiatan-kegiatan pengadaan tenaga kerja, penilaian prestasi kerja,
pelatihan dan
pengembangan, promosi, kompensasi dan pemutusan hubungan kerja.
Dengan definisi di atas yang dikemukakan oleh para ahli tersebut menunjukan
demikian
pentingnya manajemen sumber daya manusia di dalam mencapai tujuan perusahaan,
karyawan dan masyarakat.Unsur manajemen (Tool of management), biasa
dikenalMarket/
marketing, pasar
B. Model Manajemen Sumber Daya Manusia
Di dalam memahami berbagai permasalahan pada manajelen sumber daya manusia
dan sekaligus dapat menentukan cara pemecahannya perlu diketahui lebih dahulu
model-
model yang digunakan oleh perusahaan kecil tidak bias menerapkan model yang
biasa
digunakan oleh perusahaan besar. Demikian pula sebaliknya. Dalam perkembangan
model-
model ini berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi serta tuntutannya.
Untuk menyusun berbagai aktifitas manajemen sumber daya manusia ada 6 (enam)
model
manajemen sumber daya manusia yaitu:
1. Model Klerikal
Dalam model ini fungsi departemen sumber daya manusia yang terutama adalah
memperoleh
dan memelihara laporan, data, catatan-catatan dan melaksanakan tugas-tugas
rutin. Fungsi
departemen sumber daya manusia menangani kertas kerja yang dibutuhkan, memenuhi
berbagai peraturan dan melaksanakan tugas-tugas kepegawaian rutin.
2. Model Hukum
Dalam model ini, operasi sumber daya manusia memperoleh kekutannya dari
keahlian
di bidang hukum. Aspek hukum memiliki sejarah panjang yang berawal dari
hubungan
perburuhan, di masa negosiasi kontrak, pengawasan dan kepatuhan merupakan
fungsi pokok
disebabkan adanya hubungan yang sering bertentangan antara manajer dengan
karyawan.
3. Model Finansial
Aspek pinansial manajemen sumber daya manusia belakangna ini semakin berkembang
karena para manajer semakin sadar akan pengaruh yang besar dari sumber daya
manusia
ini meliputi biaya kompensasi tidak langsung seperti biaya asuransi kesehatan,
pension,
asuransi jiwa, liburan dan sebagainya, kebutuhan akan keahlian dalam mengelola
bidang
yang semakin komplek ini merupakan penyebab utama mengapa para manajer sumber
daya
manusia semakin meningkat.
4. Model Manjerial
Model manajerial ini memiliki dua versi yaitu versi pertama manajer sumber daya
manusia
memahami kerangka acuan kerja manajer lini yang berorientasi pada
produktivitas. Versi
kedua manajer ini melaksanakan beberpa fungsi sumber daya manusia.
Departemen sumber daya manusia melatih manajer lini jdalam keahlian yang
diperlukan
untuk menangani fungsi-fungsi kunci sumber daya manusia seperti pengangkatan,
evaluasi
kinerja dan pengembangan. Karena karyawan pada umumnya lebih senang
berinteraksi
dengan manajer mereka sendiri disbanding dengan pegawai staf, maka beberapa
departemen
sumber daya manusia dapat menunjukan manajer lini untuk berperan sebagai
pelatih dan
fsilitator.
5. Model Humanistik
Ide sentral dalam model ini adalah bahwa, departemen sumber daya manusia
dibentuk untuk
mengembangkan dan membantu perkembangan nilai dan potensi sumber daya manusia
di
dalam organisasi. Spesialis sumber daya manusia harus memahami individu
karyawan dan
membantunya memaksimalkan pengembangan diri dan peningkatan karir.
Model ini menggabarkan tumbuhnya perhatian organisasi terhadap pelatihan dan
pengembangan karyawan mereka.
6. Model Ilmu Perilaku
Model ini menganggap bahwa, ilmu perilaku seperti psikologi dan perilaku
organisasi
merupakan dasar aktivitas sumber daya manusia. Prinsipnya adlah bahwa sebuah
pendekatan
sains terhadap perilaku manusia dapa diterpkan pada hampir semua permasalahan
sumber
daya manusia bidang sumber daya manusias yang didasarkan pada prinsip sains
meliputi
teknik umpan balik, evaluasi, desain program dan tujuan pelatihan serta
manajemen karir.
C. Fungsi manajemen
1. Perencanaan
Perencanaan adalah usaha sadar dalam pengambilan keputusan yang telah
diperhitungkan
secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan dalam dan oleh
suatu
organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dilakukan sebelumnya.
2. Rekrutmen
Menurut Schermerhorn, 1997 Rekrutmen (Recruitment) adalah proses penarikan
sekelompok
kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Perekrutan yang efektif akan membawa
peluang
pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan
keterampilannya
memenuhi spesifikasi pekerjaan.
3. Seleksi
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari
sekian
banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah
menerima
berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae
milik pelamar.
Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan
dipanggil dengan
yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil
kandidat
terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan
proses seleksi
lainnya.
4. Orientasi, Pelatihan dan Pengembangan
Pelatihan (training) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan
perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja
tenga
kera.(Simamora:2006:273). Menurut pasal I ayat 9 undang-undang No.13 Tahun
2003.
Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh,
meningkatkan,
serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos
kerja pada
tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi
jabatan dan
pekerjaan.
Pengembangan (development) diartikan sebagai penyiapan individu untuk memikul
tanggung jawab yang berbeda atau yang Iebih tinggi dalam perusahaan,
organisasi, lembaga
atau instansi pendidikan,
Menurut (Hani Handoko:2001:104) pengertian latihan dan pengembangan adalah
berbeda. Latihan (training) dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan berbagal
ketrampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu, terinci dan rutin. Yaitu
latihan
rnenyiapkan para karyawan (tenaga kerja) untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan
sekarang.
Sedangkan pengembangan (Developrnent) mempunyai ruang lingkup Iebih luas dalam
upaya
untuk memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dlan
sifat-sifat
kepribadian.
5. Evalauasi Kinerja
Evaluasi sama pentingnya dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya, yaitu
perencanaan, pengorganisasian atau pelaksanaan, pemantauan (monitoring) dan
pengendalian. Terkadang fungsi monitoring dan fungsi evaluasi, sulit untuk
dipisahkan.
Penyusunan sistem dalam organisasi dan pembagian tugas, fungsi serta pembagian
peran
pihak-pihak dalam organisasi, adakalanya tidak perlu dipisah-pisah secara
nyata. Fungsi
manajemen puncak misalnya, meliputi semua fungsi dari perencanaan sampai
pengendalian.
Oleh karena itu, evaluasi sering dilakukan oleh pimpinan organisasi dalam suatu
rapat kerja,
rapat pimpinan, atau temu muka, baik secara reguler maupun dalam menghadapi
kejadian-
kejadian khusus lainnya.
Sebagai bagian dari fungsi manajemen, fungsi evaluasi tidaklah berdiri sendiri.
Fungsi-fungsi seperti fungsi pemantauan dan pelaporan sangat erat hubungannya
dengan
fungsi evaluasi. Di samping untuk melengkapi berbagai fungsi di dalam
fungsi-fungsi
manajemen, evaluasi sangat bermanfaat agar organisasi tidak mengulangi
kesalahan yang
sama setiap kali.
6. Komensasi
Pmberian balas jasa langsung dan tidak langsung berbentuk uang atau barang
kepada
karyawan sebagai imbal jasa( output) yang diberikannya kepada perusahaan.
Prinsip
Kompensasi adalah adil dan layak sesuai prestasi dan tanggung jawab.
7. Pengintegrasian
Kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan,
sehingga
tercipta kerjasama yang serasi da saling menguntungkan.
8. Pemeliharaan
Kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas
karyawan
agar tercipta kerjasama yang panjang.
9. Pemberhentian
Pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal
tertentu yang
mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antar pekerja dan pengusaha.
Sedangkan menurut Moekijat mengartikan bahwa Pemberhentian adalah pemutusan
hubungan kerjas seseorang karyawan dengan suatu organisasi perusahaan.
D. 4 (Empat) tujuan manajemen SDM adalah sebagai berikut:
a. Tujuan Sosial
Tujuan sosial manajemen sumber daya manusia adalah agar organisasi atau
perusahaan bertanggungjawab secara sosial dan etis terhadap keutuhan dan
tantangan
masyarakat dengan meminimalkan dampak negatifnya.
b. Tujuan Organisasional
Tujuan organisasional adalah sasaran formal yang dibuat untuk membantu
organisasi
mencapai tujuannya.
c. Tujuan Fungsional
Tujuan fungsional adalah tujuan untuk mempertahankan kontribusi departemen
sumber daya manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
d. Tujuan Individual
Tujuan individual adalah tujuan pribadi dari tiap anggota organisasi atau
perusahaan
yang hendak mencapai melalui aktivitasnya dalam organisasi.
http://hildaagustina.blogspot.com/2012/01/pengertian-manajemen-sumber-daya.html
BAB 11 AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN
A.pengertian
akutansi
Pengertian akutansi
adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang
akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan
pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan
lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan
menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal
sebagai "bahasa bisnis".[1]
Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar
dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak
berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik.
Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah
pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana
informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas,
diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang
terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana
pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan
suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal
tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan
prinsip akuntansi yang berterima umum.
B.
Fungsi Akuntansi
Fungsi
utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu
organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu
organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara
kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat
dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat
keputusan suatu organisasi.
A. Pihak Intern
Adalah pihak manajemen yang berkepentingan langsung dan sangat membutuhkan
informasi keuangan untuk tujuan pengendalian (controlling), pengkoordinasian
(coordinating), dan perencanaan (planning) suatu perusahaan.
B. Pihak Ekstern
Adalah pihak-pihak yang berada di luar perusahaan tetapi ia membutuhkan
informasi keuangan perusahaan tersebut.
1. Pemilik/Investor
Pemilik memerlukan informasi akuntansi di perusahaannya untuk mengetahui maju
mundurnya perusahaan, sehingga ia dapat mengambil keputusan apakah akan
mempertahankan perusahaannya, menjualnya, atau menambah investasinya.
2. Calon Investor
Bagi calon investor sangat perlu informasi akuntansi perusahaan. Hal ini
dilakukan dalam rangka untuk mengambil keputusannya apakah akan
menginvestasikan dananya di perusahaan tersebut atau tidak.
3. Kreditor
Informasi akuntansi suatu perusahaan sangat dibutuhkan bagi kreditor untuk
mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Hal ini dapat
dijadikan oleh kreditor sebagai bahan untuk mengambil keputusan apakah akan ditambah
atau ditarik pinjamannya.
4. Calon Kreditor
Bagi calon kreditor informasi akuntansi suatu perusahaan sangat diperlukan
sebagai bahan pertimbangan bagi calon kreditor untuk menilai resiko serta
memutuskan apakah perusahaan tersebut akan diberikan pinjaman atau tidak.
5. Pemerintah
Informasi akuntansi perusahaan bagi pemerintah sangat berguna untuk penetapan
besarnya pajak penghasilan (PPh) badan usaha. Selain itu, juga dapat dipakai
sebagai alat penilaian bagi perusahaan apakah perusahaan tersebut mematuhi
peraturan atau tidak.
6. Karyawan perusahaan yang bersangkutan
Informasi akuntansi perusahaan sangat bermanfaat bagi karyawan perusahaan yang
bersangkutan untuk kelangsungan hidupnya. Maju mundurnya perusahaan dapat
berguna untuk kemantapan kerja, bahan pertimbangan penuntutan naiknya gaji, dan
jaminan sosial karyawan.
D.PRINSIP-PRINSIP
AKUTANSI
1. Prinsip
Pengakuan Pendapatan, Persoalan penting yang dihadapi
perusahaan adalah kapan pendapatan harus diakui.
Jika telah terealisasi atau dapat di
realisasikan, Pendapatan dikatakan telah direalisasi jika produk (barang
dan jasa) telah dipertukarkan dengan kas. Ketika terjadi penjualan,
pendapatan diakui pada saat penjualan. Dasar penjualan ini melibatkan transaksi
pertukaran antara penjual dan pembeli. harga jual adalah pengukuran objektif
atas jumlah pendapatan yang diakui.
Telah dihasilakan.
Metode Persentase Penyelesaian
Metode ini mengakui pendapatan proyek jangka panjang
berdasarkan perkiraan yang pantas atas kemajuan menuju penyelesaian. Kemajuan
menuju penyelesaian diukur dengan membandingkan biaya yang dikeluarkan dalam
setahun dengan total biaya yang diperkirakan untuk proyek keseluruhan.
Persentase tersebut dikali dengan total pendapatan untuk proyek. Persentase ini
kemudian diakui sebagai pendapatan untuk periode tersebut.
Rumus metode persentase penyelesaian :
Biaya
Dikeluarkan (periode berjalan)
÷ total estimasi biaya
= persentase
penyelesaian (periode berjalan)
Persentase
penyelesaian (periode
berjalan)
x total pendapatan
= Pendapatan
Diakui (periode berjalan)
Pendapatan yang diakui selama periode berjalan
dikurangi biaya yang dikeluarkan pada periode berjalan sama dengan laba kotor
untuk periode berjalan.
Pendapatan
Diakui
– Biaya Dikeluarkan
= Laba kotor
diakui (periode berjalan)
Metode Angsuran
Dengan menggunakan metode angsuran, setiap
pengumpulan kas dari pelanggan terdri atas (1) pengambilan bagian harga pokok
penjualan, dan (2) bagian laba kotor dari penjualan.
Rumus untuk mengakui laba kotor :
Perolehan kas
dari pelanggan
x persentase laba kotor
= laba kotor
diakui selama periode tersebut
2. Prinsip Penandingan, Dalam
mengakui beban, pendekatan yang dipakai adalah biarkan beban mengikuti
pendapatan. Beban diakui bukan pada saat upah dibayarkan, atau ketika pekerjaan
dilakukan, atau pada saat produk diproduksi, tetapi ketika pekerjaan (jasa)
atau produk secara actual memberikan kontribusi terhadap pendapatan. Jadi
pengakuan beban berkaitan dengan pengakuan pendapatan.
3. Prinsip Pengungkapan Penuh, Dalam
memutuskan informasi apa yang akan dilaporkan, praktek yang umum adalah
menyediakan informasi yang mencukupi untuk mempengaruhi penilaian dan keputusan
pemakai. Prinsip ini sering disebut prinsip pengungkapan penuh mengakui bahwa
sifat dan jumlah informasi yang dimasukkan dalam laporan keuangan mencerminkan
serangkaian trade-off
4. Prinsip Biaya, Prinsip
biaya menyatakan bahwa asset harus dicatat pada biayanya. Biaya digunakan
karena biaya tersebut relevan dan andal. Biaya disebut relevan karena
menunjukan harga yang dibayar, asset yang dikorbankan, dan kesepakatan yang
dibuat pada tanggal perolehan. Biaya disebut andaal karena keterukuran yang
efektif, berdasarkan fakta, dan dapat diverifikasi. Biaya juga merupakan hasil
dari transaksi pertukaran. Biaya adalah dasar yang digunakan dalam menyusun
laporan keuangan.
E.LAPORAN
KEUANGAN
Laporan keuangan adalah catatan
informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode
akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja
perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.
F. ISI LAPORAN
KEUANGAN
Laporan keuangan terdiri dari:
- Neraca, menginformasikan posisi keuangan pada saat tertentu, yang tercermin
pada jumlah harta yang dimiliki, jumlah kewajiban, dan modal perusahaan.
- Perhitungan laba rugi, menginformasikan hasil usaha perusahaan dalam suatu
periode tertentu.
- Laporan arus kas, menginformasikan perubahan dalam posisi keuangan sebagai
akibat dari kegiatan usaha, pembelanjaan, dan investasi selama periode yang
bersangkutan.
- Catatan atas laporan keuangan, menginformasikan kebijaksanaan akuntansi yang
mempengaruhi posisi keuangan dari hasil keuangan perusahaan.
Laporan keuangan diharapkan disajikan secara layak, jelas, dan lengkap, yang
mengungkapkan kenyataan-kenyataan ekonomi mengenai eksistensi dan operasi
perusahaan tersebut. Dalam menyusun laporan keuangan, akuntansi dihadapkan
dengan kemungkinan bahaya penyimpangan (bias), salah penafsiran dan
ketidaktepatan. Untuk meminimkan bahaya ini, profesi akuntansi telah berupaya
untuk mengembangkan suatu barang tubuh teori ini. Setiap akuntansi atau
perusahaan harus menyesuaikan diri terhadap praktik akuntansi dan pelaporan
dari setiap perusahaan tertentu.
G.Bentuk-Bentuk
Laporan Keuangan
NERACA
Staffel (Report Form). Bentuk staffel sering disebut
dengan bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan
utang dengan modal di bagian bawahnya.
Scontro (T-Account Form). Bentuk skontro, artinya
menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau sebelahmenyebelah
H.TENTANG LAPORAN
LABA RUGI
Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang
sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi-laba yang diperoleh oleh suatu
perusahaan selama periode tertentu. Yang kita dapatkan dalam laporan ini dimana
dalam laporan ini menggambarkan mengenai kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan rugi-laba dalam suatu periode tertentu
Laporan laba rugi mempunyai 2 unsur yaitu pendapatan
dan beban/biaya
PENGHASILAN (income)
Adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode
akutansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban
yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi
penanaman modal. Pendapatan timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan
seperti penjualan barang dagang, penghasilan jasa (fee), pendapatan bunga dan
lainnya.
BEBAN (expanse)
Adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu
periode akutansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya nilai aktiva atau
kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian
kepada penanam modal. Contoh yang termasuk dalam kategori beban/biaya adalah
harga pokok (penjualan atau produksi/HPP), biaya pemasaran, biaya gaji
karyawan, biaya penyusutan dan sejenisnya.
I.BENTUK LAPORAN
LABA RUGI
Multiple Step.
Penyusunan laporan laba-rugi dalam bentuk ini disusun secara bertahap mulai
dari kelompok pendapatan dan beban usaha, pendapatan luar usaha
dan beban luar usaha. Sampai dengan kelompok pendapatan lain-lain dan beban
lain-lain. Bentuk multi step ini banyak digunakan di perusahaan dagang atau
perusahaan industri.
Single Step.
Dalam bentuk single step semua jenis pendapatan (pendapatan usaha, dan
pendapatan luar usaha dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan dalam
satu kelompok. Kemudian disisihkan dengan jumlah semua jenis beban. Selisih
jumlah pendapatan dengan jumlah beban merupakan saldo (sisa) laba atau saldo
(sisa) rugi. Bentuk ini banyak digunakan dalam perusahaan jasa
J.Tujuan
Akuntansi atau Laporan Keuangan
1.
Menurut PAI
Tujuan akuntansi keuangan dan laporan keuangan
menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) 1984 dapat dibagi menjadi dua bagian,
yaitu tujuan umum dan tujuan kualitatif.
a. Tujuan umum laporan keuangan
1. Untuk memberikan
informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai sumber ekonomi dan kewajiban
serta modal suatu perusahaan.
2. Untuk memberikan informasi yang dapat
dipercaya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi neto suatu perusahaan
yang timbul dari aktivitas-aktivitas usaha dalam tangka memperoleh laba.
3. Untuk memberikan
informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam mengestimasi
potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
4. Untuk memberikan
informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan
kewajiban.
5. Untuk mengungkapkan
sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang
relevan untuk kebutuhan pemakai laporan keuangan.
|
b.
|
Tujuan kualitatif informasi keuangan
|
|
Informasi keuangan yang disajikan akan bermanfaat
tentunya bila memenuhi beberapa kriteria atau standar. Berikut ini beberapa
kriteria kualitas informasi keuangan:
|
|
|
Relevan (Relevances)
|
|
Relevansi suatu informasi harus dihubungkan
dengan maksud penggunaannya. Bila informasi tidak relevan untuk keperluan
para pengambilan suatu keputusan, maka informasi demikian tidak ada
gunanya, betatapun kualitas lainnya terpenuhi. Oleh karena itu sehubungan
dengan relevansi informasi tadi maka perlu dipilih metode pelaporan
akuntansi keuangan yang tepat.
|
|
Dapat diuji (Understandability)
|
|
Pengukuran tidak dapat sepenuhnya lepas dari
pertimbangan dan pendapat yang subjektif. Hal ini berhubungan dengan
keterlibatan manusia dalam proses pengukuran dan penyajian informasi,
sehingga proses pengukuran itu tidak lagi berlandaskan realitas objektif
semata. Dengan demikian untuk meningkatkan manfaatnya informasi keuangan
harus dapat diuji kebenarannya oleh para pengukur yang independen dengan
menggunakan metode pengukuran yang sama.
|
|
Dapat dimengerti (Verifiability)
|
|
Informasi yang disajikan harus dapat dimengerti
oleh pemakainya dan dinyatakan dalam bentuk yang disesuaikan dengan
pengertian para pemakai. Dalam hal ini pihak pemakai informasi juga
diharapkan adanya pengertian atau pengetahuan mengenai aktivitas ekonomi
perusahaan, proses akuntansi keuangan serta istilahistilah teknis yang
digunakan dalam laporan keuangan.
|
|
Netral (neutrality)
|
|
Artinya laporan keuangan atau informasi keuangan
itu diarahkan pada kepentingan umum dan tidak bergantung kepada kebutuhan
pihak tertentu.
|
|
Tepat waktu (Timeliness)
|
|
Informasi hendaknya diberikan sedini mungkin
agar dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi.
|
|
Daya banding (comparability)
|
|
Informasi dalam laporan keuangan akan lebih
berguna bila dapat dibandingkan dengan laporan keuangan sebelumnya dari
perusahaan yang sama maupun dengan laporan keuangan perusahaan sejenis pada
periode yang sama.
|
|
Lengkap (Completeness)
|
|
Informasi keuangan lengkap bila memenuhi enam
tujuan kualitatif di atas dan dapat memenuhi standar pengungkapan laporan
keuangan. Standar itu menghendaki pengungkapan seluruh fakta keuangan yang
penting dan penyajian fakta secara jelas agar tidak menyesatkan pemakainya.
|
|
SUMBER:
BAB 12 Keuangan
Perusahaan
Pengertian
Perusahaan Keuangan
Perusahaan Keuangan merupakan lembaga yang
melaksanakan fungsi utama menyalurkan dana dari yang surplus/ berlebih kepada
mereka yang kekurangan dana.
Adapun jenis-jenis perusahaan keuangan adalah
sebagai berikut:
Bank Komersial (Commercial Banks) : lembaga simpanan
yang memiliki asset utama berupa pinjaman dan kewajiban utama lain yaitu tabungan
(deposits).
Thrifts : lembaga simpanan dalam bentuk tabungan
atau pinjaman, savings banks dan credit unions.
Perusahaan asuransi : lembaga keuangan yang menjaga
individu dan perusahaan (policy holders) dari even/kejadian yang buruk.
Perusahaan sekuritas dan bank investasi : lembaga
keuangan yang menjamin sekuritas dan terlibat dalam kegiatan sehubungan seperti
broker surat berharga, jual beli surat berharga, dan menghasilkan pasar dimana
surat berharga diperdagangkan.
Perusahaan Pembiayaan (Finance companies) : Lembaga
penghubung keuangan yang memberi pinjaman kepada individu dan bisnis.
Reksa dana (Mutual Funds) : lembaga keuangan
yang menawarkan rencana simpanan dimana dana milik partisipan mengakumulasi
tabungan selama tahun bekerja mereka sebelum diambil selama tahun penisun
mereka.
2.
Estimasi Penjualan
Estimasi penjualan memiliki hubungan yang sangat
erat dengan anggaran penjualan. peramalan penjualan, yaitu merupakan ramalan
unit dan nilai uang penjualan suatu perusahaan. Penyusunan perencanaan keuangan
apabila disajikan dengan benar, maka informasi tersebut akan berguna bagi
pihak manajemen perusahaan dalam rangka pengembangan usaha yang dilakukan.
Apabila perencanaan keuangan dilakukan secara tepat maka pihak manajemen perusahaan
mampu untuk berusaha secara maksimal dalam rangka pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan.
Teknik Analisis Data Dalam teknik analisis data yang
akan dilakukan terdiri dari beberapa langkah yaitu meliputi:
Peramalan Penjualan
Untuk menyusun peramalan keuangan dalam penelitian
ini penulis menggunakan metode regresi linier dan model-model yang
terkomputerisasi. Analisis regresi merupakan metode yang lebih umum digunakan
untuk meramalkan kebutuhan-kebutuhan keuangan dan tidak terlalu mudah terkena
perangkap potensial dan metode prosentase penjualan.
Pada analisis regresi ini, persamaan yang digunakan
untuk menganalisa data adalah :
Y = a + bX
Keterangan :
Y = adalah variabel dependen
a = adalah intersep (titik potong kurva terhadap
sumbu Y)
b = adalah kemiringan (slope) kurva linier
X = adalah variabel independen.
Persamaan di atas dapat digunakan untuk menaksir
nilai Y, jika nilai a, b, dan X diketahui. Nilai a merupakan nilai Y yang
dipotong oleh kurva linier pada sumbu vertikal Y (a adalah nilai Y, bila X=0).
Nilai b adalah kemiringan (slope) kurva linier yang
menunjukkan besarnya perubahan nilai Y sebagai akibat perubahan setiap unit
nilai X. besarnya nilai a dan b konstan sepanjang kurva linier.
Tingkat Pertumbuhan Penjualan
Adapun persamaan yang digunakan untuk mengetahui
tingkat pertumbuhan penjualan :
Gt = Tingkat Pertumbuhan Penjualan
SRt= Penjualan pada tahun tSRt-1= Penjualan pada
tahun t-1
Penentuan besarnya AFN (Additional Fund Needed)
Peramalan Neraca
Peramalan Laporan Laba Rugi
3.
Estimasi Produksi
Anggaran produksi adalah anggaran penjualan yang
disesuaikan terhadap perubahan persediaan.
4.
Estimasi Pembelian Bahan Langsung
adalah pembelian barang secara langsung, baik berupa
langsung maupun sistem online. estimatis ini sangat menguntungkan bagi penjual
maupun pembeli. karena penjual bisa memprodukan barang daganganya dengan cara
sistem online, dan si pembeli juga dapat lebih menghuntungkan dan menghematkan.
karena pembeli tidak perlu meluangkan waktu yang
lama untuk datang dan pergi ke sana. Cukup hanya dengan berada di depab
komputer dan memilih barang mana yang akan di belinya. lalu mentransferkan
jumlah uang yang sudah tertera, dengan cara seperti itu pihak pembeli maupun
pihak penjual dapat memperolehkan keuntungan.
5.
Estimasi Pemakaian Bahan Langsung
pemakaian bahan langsung adalah biaya yang
dikeluarkan untuk membiayai bahan baku bahan pembantu dan bahan penunjang
produksi.
6.
Upah Langsung
Upah yang diberikan secara langsung kepada pekerja.
7.
Estimasi Bahan Fabrikase
Merupakan estimasi yang menjelaskan tentang beban
pabrikase.
8.
Estimasi Harga Pokok Penjualan
Ringkasan dari anggaran produksi dengan
memperhatikan tingkat persediaan akhir.
Data yang diperlukan :
-
Data yang telah dihitung dalam anggaran produksi, anggaran bahan langsung,
anggaran overhead dan anggaran tenaga langsung
-
Keakuratan datanya dipengaruhi data dalam anggaran yang lain.
9.
Estimasi Beban Penjualan
adalah beban si penjual karena terdapat beberapa faktor
yang membuat perusahaan atau si penjual oleh pihak-pihak tertentu.
10.
Estimasi Beban Administrasi
Beban administrasi perusahaan yang fokus dari
kepentingan politik pada saat ini. Badan Penelitian Eim estimasi total biaya
administrasi di sektor pekerjaan sementara.
Penyebab utama dari ukuran biaya administrasi di
sektor pekerjaan sementara adalah :
1. Tingginya jumlah pekerja
pekerjaan sementara dan tingginya laju perubahan pada pekerja pekerjaan
sementara (rata-rata tahunan: 1,3 juta pendaftaran, 1,1 juta penempatan dan
15,6 juta pembayaran remunerasi)
2. Perubahan undang-undang banyak dan
perubahan kecil yang menghadapi sektor pekerjaan sementara
3. Penerapan sistem pembayaran
remunerasi mingguan (bukan bulanan atau per 4 minggu), yang melekat pada
penggunaan pekerja flex.
11.Estimasi
Laba Rugi
Rekening-rekening laporan laba rugi adalah suatu
laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi laba yang diperoleh
oleh suatu perusahaan pada suatu periode tertentu, yaitu meliputi:
a. Laba merupakan kenaikan modal saham yang dimiliki
oleh perusahaan yang berasal dari pendapatan operasional perusahaan.
b. Rugi yaitu merupakan penurunan modal saham yang
diakibatkan dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan pada suatu periode
tertentu.
12.
Estimasi Kas
Setiap perusahaan dalam menjalankan operasi usahanya
akan mengalami arus masuk kas (cash inflows) dan arus keluar (cash outflows).
Apabila arus kas yang masuk lebih besar dari arus kas yang keluar maka hal ini
akan menunjukkan positive cash flows, dan sebaliknya apabila arus kas masuk
lebih sedikit daripada arus kas keluar maka arus kas yang tejadi akan negative
cash flows.
Definisi arus kas menurut PSAK No. 2 adalah : “Arus
masuk dan keluar kas atau setara kas”. (1995:2.3). Para Praktisi dibidang
akuntansi sebenarnya telah lama menggunakan variasi dari laporan arus kas.
Adapun nama-nama yang dimaksud adalah laporan sumber dan laporan perubahan
posisi keuangan.
Laporan arus kas yang tercakup dalam laporan
tahunan, memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan keluar kas dan setara
kas. Lebih lanjut, menganalisa semua perubahan yang mempengaruhi kas dan setara
kas dalam kategori operasi, investasi dan pendanaan dari suatu perusahaan
selama suatu periode dalam format yang merekonsiliasi saldo awal dan saldo
akhir kas dan setara kas.
Kegunaan laporan KasTujuan dari laporan arus kas
adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dan setara
kas yang berasal dari aktifitas operasi, investasi dan pendanaan dari suatu
entitas selama suatu periode.
Kegunaannya :
1. Menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
arus kas bersih masa depan,
2. Menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajibannya, kemampuan membayar dividen, dan kebutuhan untuk pendanaan
eksternal.
3. Menilai alasan perbedaan antara laba bersih
dibanding penerimaan serta pengeluaran kas yang berkaitan.
4. Menilai pengaruh transaksi investasi dan
pendanaan baiuk kas maupun non kas
Penyajian Laporan Kas
Karakteristik transaksi dan kejadian lain dari
setiap jenis aktifitas-aktifitas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Aktifitas Operasi
2. Aktifitas Investasi
3. Aktifitas Pendanaan
perusahaan diwajibkan untuk melaporkan arus kas dari
aktifitas operasi dengan menggunakan salah satu metode dibawah ini :
1.
Metode Langsung
Metode langsung mengungkapkan kelompok utama dari
penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto. Dalam metode ini setiap
perkiraan yang berbasis akrual pada laporan laba rugi diubah menjadi perkiraan
pendapatan dan pengeluaran kas sehingga menggambarkan penerimaan dan pembayaran
aktual dari kas. Jadi, metode langsung memfokuskan pada arus kas daripada laba
bersih akrual, oleh karena itu dianggap lebih informatif dan terperinci.
2.
Metode Tidak Langsung
Dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan
dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan atau akrual
dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi dari masa lalu dan masa
depan, dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas
investasi atau pendanaan.
Jadi pada dasarnya metode tidak langsung ini
merupakan rekonsiliasi laba bersih yang diperoleh perusahaan. Metode ini
memberikan suatu rangkaian hubungan antara laporan arus kas dengan laporan laba
rugi dan neraca.
Beberapa peralatan dasar yang digunakan dalam
analisis laporan keuangan dijabarkan lebih lanjut oleh Harahap (1998:217)
sebagai berikut :
1) Analisis
Perbandingan
Dalam analisis perbandingan, informasi yang sama
disajikan untuk dua atau lebih tanggal atau periode yang berbeda sehingga
pos-pos yang serupa dapat diperbandingkan.
2) Analisis
Persentase
Metode ini merupakan metode analisis yang menyajikan
laporan keuangan dalam bentuk presentasi. Laporan keuangan presentatif berguna
dalam analisis struktur internal laporan keuangan, karena dalam laporan
keuangan presentatif menyatakan proporsional dari setiap pos laporan keuangan
dalam suatu periode tertentu terhadap angka dasar.
3) Metode Index time
Series
Dalam metode ini dihitung indeks dan digunakan untuk
mengkonversi angka-angka laporan keuangan. Biasanya ditetapkan tahun dasar yang
diberi indeks 100. Beranjak dari tahun dasar ini maka dibuat indeks tahun-tahun
lainnya sehingga dapat dibaca dengan mudah perkembangan angka-angka laporan
keuangan tersebut pada periode yang lain.
4) Analisis Rasio
Analisis rasio keuangan adalah perbandingan antara
pos-pos tertentu dalam laporan keuangan dengan pos lain yang memiliki hubungan
yang signifikan. Analisis rasio keuangan berguna untuk menentukan kesehatan
atau kinerja keuangan suatu perusahaan. Adapun jenis-jenis rasio keuangan yang
umum diperkenalkan dalam kebanyakan literatur dan yang sering digunakan adalah
rasio likuiditas, solvabilitas, aktifitas dan profitabilitas. Rasio-rasio
tersebut kemudian dibandingkan dengan rasio-rasio perusahaan itu sendiri selama
beberapa periode untuk menilai perkembangan perusahaan tersebut. Selain itu
dapat dibandingkan dengan rasio-rasio dari beberapa perusahaan yang sejenis
untuk menilai kinerja perusahaan, apakah perusahaan berada diatas, sama, atau
dibawah rata-rata industri.
5) Evaluasi Kinerja
Perusahaan
Laporan arus kas dapat membantu para pemakainya
untuk melihat bagaimana saldo kas dan setara kas dalam neraca perusahaan
berubah dari awal hingga akhir periode akuntansi dan apa artinya perubahan
tersebut bagi perusahaan, apakah menunjukkan prestasi positif atau negatif.
6) Analisis Rasio Arus
Kas
Analisis laporan arus kas menurut Plewa dan Friedlob
(1995:228), terdiri atas rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan pengeluaran
modal serta rasio pengembalian kas.
SUMBER :
*WWW.GOOGLE.COM
*http://nindysintya.wordpress.com/2010/11/22/teknik-analisis-
meramalkan-kas-perusahaan/
*http://nicegoodnews.blogspot.com/2010/11/teknik-analisis-meramalkan-kas.html
*http://mumme22.blogspot.com/2010/11/teknik-analisis-meramalkan-kas.html
*http://sidikaurora.wordpress.com/2010/12/19/teknik-analisis-meramalkan-kas-perusahaan/
BAB 13 TANGGUNG JAWAB SOSIAL SUATU BISNIS
1.Benturan
dengan kepentingan masyarakat
Klasifikasi
aspek pendorong tanggung jawab sosial
Dalam
menunaikan tanggung jawab sosial, perusahaan dituntut untuk mengindahkan etika
bisnis. Hal – hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
1.
Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan masyarakat.
2.
Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanisme pebisnis yang melibatkan
rasa, karsa dan karya.
2.Dorongan tanggung jawab sosial.
Berikut ini adalah klasifikasi masalah sosial yang
mendorong pelaksanaan tanggung jawab sosial pada sebuah bisnis :
1. Penerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan.
Prosedur administrasi serta jenjang kewenangan yang berbelit-belit sering
menyebabkan tekanan batin bagi para pebisnis maupun pihak lain yang
berhubungan. Hubungan yang kurang manusiawi pun kerap terjadi antara perusahaan
dengan pihak luar.
Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan.
Penerapan manajemen akan menimbulkan hubungan yang serasi, selaras, dan
seimbang antara pelaku bisnis dan dari pihak luar. Manfaat tersebut adalah,
sebagai berikut :
a. Peningkatan modal kerja karyawan yang berakibat membaiknya semangat dan
produktivitas
kerja.
b. Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga
tercipta kondisi
manajemen parsitipatif.
c. Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyamanan kerja sebagai hasil
hubungan kerja
yang menyenangkan dan baik.
d. Peningkatan mutu produksi yang diakibatkan oleh terbentuknya rasa percaya
diri karyawan.
e. Kepercayaan konsumen yang meningkat dan merupakan modal dasar bagi
perkembangan
selanjutnya dari perusahaan.
2. Ekologi dan gerakan pelestarian lingkungan.
Ekologi, yang menitikberatkan pada keseimbangan antara manusia dan alam
lingkungannya banyak dipengaruhi oleh proses produksi. Contohnya, maraknya
penebangan hutan sebagai bahan dasar industri, perburuan kulit ular,
penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.
3. Penghematan energi.
Pengurasan secara besar-besaran energi yang berasal dari SDA yang tidak dapat
dipengaruhi seperti batubara, minyak, dan gas telah banyak terjadi. Kesadaran
bahwa SDA tersebut tidak dapat diperbaharui telah mendorong dilaksanakannya
proses efisiensi serta mencari pengganti sumber daya tersebut, yang diantaranya
adalah pemanfaatan tenaga surya, nuklir, angin air serta laut.
4. Partisipasi pembangunan bangsa.
Kesadaran masyarakat pebisnis terhadap suksesnya pembangunan sangat diperlukan.
Dengan adanya kesadaran tersebut, akan membantu pemerintah untuk menangani
masalah pengangguran dengan cara ikut melibatkan penggunaan tenaga kerja yang
ada.
5. Gerakan konsumerisme.
Awal perkembangannya tahun 1960-an di Negara Barat yang berhasil meberlakukan
Undang-undang Perlindungan Konsumen.
Berikut adalah Tujuan dari gerakan konsumerisme ini adalah :
a. Memperoleh perhatian dan tindakan nyata dari kalangan bisnis terhadap
keluhan
konsumen atas praktek bisnisnya.
b. Pelaksanaan strategi advertensi atau periklanan yang realistic dan mendidik
serta tidak
menyesatkan masyarakat.
c. Diselenggarakan panel-panel disuksi antara wakil konsumen dengan produsen.
d. Pelayanan purna jual yang lebih baik.
e. Berjalannya proses public relation (PR) yang lebih menitikberatkan pada
kepuasan
konsumen daripada promosi semata.
3.Etika bisnis
Merupakan penerapan secara langsung tanggung jawab
social suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Etika
pergaulan dalam melaksakan bisnis disebut etika pergaulan bisnis.
Hubungan
antara bisnis dengan langganan/kosumen merupakan pergaulan a antara
konsumen dengan produsen dan paling banyak ditemui. Berikut beberapa contohnya
:
· Kemasan yang berbeda-beda menyulitkan kosumen untuk membandingkan harga
terhadap produk
· Kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya, sehingga
diperluka penjelasan tentang isi serta kandungan yang terdapat dalam produk
tersebut
· Promosi, terutama iklan merupakan gangguan etis tang paling utama
· Pemberian servis dan garansi sebagai bagian dari layanan purna jurnal
Hubungan
dengan karyawan
Bentuk hubungan ini meliputi : penerimaan ( recruitmen ), latihan ( training ),
promosi, transfer, demosi maupun pemberhenti ( termination ). Dimana semua
bentuk hubungan tersebut harus dijalan secara objektif dan jujur.
Hubungan
antara bisnis
Pemberian informasi hubungan yang terjadi diantara perusahhan, baik perusahaan
kolega,pesaing,penyalur,grosir maupun distributornya.
Hubungan
dengan investor
Pemberian informasi yang benar terhadap investor maupu calon investor merupakan
bentuk hubungan ini. Sehingga dapat menghimdari pengambilan keputusan yang
keliru.
Hubungan
dengan lembaga-lembaga keuangan
Hubungan dengan lembaga keuangan, terutama jawatan pajak pada umumnya merupakan
hubungan yang bersifat financial, berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan.
Pelaksanaan tanggung jawab social merupakan penerapan dan pelaksanaan
kepedulian bisnis terhadap lingkungan serta mengikuti etika bisnis. Penerapan
etika bisnis adalah maksud dari konsep stakcholder yang berlawan dengan konsep
stockholder.
4.Bentuk-bentuk tanggung jawab sosial suatu bisnis
Penjabaran dari kepedulian sosial dari suatu bisnis berbentuk pelaksanaan
tanggung jawab sosial bisnis. Itu dapat dilihat bahwa semakin tinggi tingkat
kepedulian sosial suatu bisnis maka semakin meningkat pula pelaksanaan praktek
bisnis etik dalam masyarakat.
Beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial yang dapat kita temui di
indonesia adalah sebagai berikut :
a. Pelaksanaan Hubungan Industrialis Pancasila (HIP).
Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) merupakan bentuk pelaksanaan yang telah banyak
dijalankan pengusaha dengan karyawannya dan dituangkan dalam buku. Dimana
diatur
kewajiban dan hak masing-masing pihak. Beberpa contoh hak karyawan adalah
seperti
cuti, tunjangan hari raya, dan pakaian kerja.
b. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Penanganan limbah industri sebagai bagian dari produksi sebagai bentuk partisipasi
menjaga lingkungan.
c. Penerapan Prinsip Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (k3)
Penekanan pada faktor keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yang
berfungsi menjaga keselamatan, seperti topi pengaman, masker pelindung maupun
yang
lainnya.
d. Perkebunan Inti Rakyat (PIR).
Sistem perkebunan yang melibatkan perkebunan besar milik negara dan kecil milik
masyarakat. Perkebunan besar berfungsi sebagai inti dan motor penggerak
perkebunan
dimana semua bahan bakunya diambil dari perkebunan kecil disekitarnya yang
berfungsi sebagai plasma.
e. Sistem Bapak Angkat-Anak Angkat.
Sistem ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat pengusaha kecil/menengah
sebagai mitra kerja yang harus mereka bina. terkadang hal ini menyebabkan
masalah
kepada pengusaha besar, oleh karena itu dibutuhkan kesadaran tinggi dalam
pelaksanaannya.
BAB 14 BISNIS INTERNASIONAL
5.HAKIKAT BISNIS
INTERNASIONAL
Seperti
tersebut diatas bahwa Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang
dilakukan melewati batas – batas suatu Negara. Transaksi bisnis seperti ini
merupakan transaksi bisnis internasional. Adapun transaksi bisnis yang
dilakukan oleh suatu Negara dengan Negara lain yang sering disebut sebagai
Bisnis Internasional (International Trade). Dilain pihak transaksi bisnis itu
dilakukan oleh suatu perusahaan dalam sutu Negara dengan perusahaan lain atau
individu di Negara lain disebut Pemasaran Internasional atau International
Marketing. Pemasaran internasional inilah yang biasanya diartikan sebagai
Bisnis Internasional, meskipun pada dasarnya ada dua pengertian. Jadi kita
dapat membedakan adanya dua buah transaksi Bisnis Internasional yaitu :
a. Perdagangan Internasional (International Trade)
Dalam hal perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar Negara itu
biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor.
Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut maka akan timbul “NERACA
PERDAGANGAN ANTAR NEGARA” atau “BALANCE OF TRADE”. Suatu Negara dapat memiliki
Surplus Neraca Perdagangan atau Devisit Neraca Perdagangannya. Neraca
perdagangan yang surplus menunjukan keadaan dimana Negara tersebut memiliki
nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai impor yang dilakukan
dari Negara partner dagangnya. Dengan neraca perdagangan yang mengalami surplus
ini maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas masuk ke Negara itu
akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke Negara partner dagangnya
tersebut. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar antar Negara tersebut
sering disebut sebagai “NERACA PEMBAYARAN” atau “BALANCE OF PAYMENTS”. Dalam
hal ini neraca pembayaran yang mengalami surplus ini sering juga dikatakan
bahwa Negara ini mengalami PERTAMBAHAN DEVISA NEGARA. Sebaliknya apabila Negara
itu mengalami devisit neraca perdagangannya maka berarti nilai impornya
melebihi nilai ekspor yang dapat dilakukannya dengan Negara lain tersebut.
Dengan demikian maka Negara tersebut akan mengalami devisit neraca
pembayarannya dan akan menghadapi PENGURANGAN DEVISA NEGARA.
b. Pemasaran International (International Marketing)
Pemasaran internasional yang sering disebut sebagai Bisnis Internasional
(International Busines) merupakan keadaan dimana suatu perusahaan dapat
terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan Negara lain, perusahaan lain
ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini pada
umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri. Dalam
hal semacam ini maka pengusaha tersebut akan terbebas dari hambatan perdagangan
dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan masuknya
langsung dan melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran di negeri asing maka
tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang dipasarkan itu tidak saja
berupa barang akan tetapi dapat pula berupa jasa. Transaksi bisnis
internasional semacam ini dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain :
– Licencing
– Franchising
– Management Contracting
– Marketing in Home Country by Host Country
– Joint Venturing
– Multinational Coporation (MNC)
Semua bentuk transaksi internasional tersebut diatas akan memerlukan transaksi
pembayaran yang sering disebut sebagai Fee. Dalam hal itu Negara atau Home
Country harus membayar sedangkan pengirim atau Host Country akan memperoleh
pembayaran fee tersebut.
Pengertian perdagangan internasional dengan perusahaan internasional sering
dikacaukan atau sering dianggap sama saja, akan tetapi seperti kita lihat dalam
uraian diatas ternyata memang berbeda. Perbedaan utama terletak pada
perlakuannya dimana perdagangan internasinol dilakukan oleh Negara sedangkan
pemasaran internasional adalah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
perusahaan. Disamping itu pemasaran internasional menentukan kegiatan bisnis
yang lebih aktif serta lebih progresif dari pada perdagangan internasional.
2.
Alasan
melaksanakan bisnis internasional
A.
Konsep Keunggulan Absolut
Menurut Adam Smith Bahwa setiap negara akan
memperoleh manfaat perdagangan internasional karena melakukan spesialisasi
produksi dan mengekspor barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak,
serta mengimpor barang jika negara tersebut memiliki ketidakunggulan
mutlak.Teori absolute advantage ini didasarkan kepada beberapa asumsi pokok
antara lain: Faktor produksi yang digunakan hanya tenaga kerja saja. Kualitas
barang yang diproduksi kedua negara sama. Pertukaran dilakukan secara barter
atau tanpa uang. Biaya transpor ditiadakan.
B.
Konsep Keunggulan Komparatif
Teori keunggulan komparatif merupakan teori yang
dikemukakan oleh David Ricardo. Menurutnya, perdagangan internasional terjadi
bila ada perbedaan keunggulan komparatif antarnegara. Ia berpendapat bahwa
keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang
dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya.
C.
Potensi Pasar Internasional
Potensi pasar ditentukan oleh tiga faktor yaitu
struktur penduduk , daya beli serta pola konsumsi masyarakat. Dalam hal pasar
Internasional , potensi pasar internasional juga ditentukan oleh ketiga faktor
tersebut hanya saja dalam hal ini diberlakukan untuk negara lain.
TAHAP-TAHAP
DALAM MEMASUKI BISNIS INTERNASIONAL
Perusahaan
yang memasuki bisnis internasional pada umumnya terlibat atau melibatkan diri
secara bertahap dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko
sampai dengan tahap yang paling kompleks dan mengandung risiko bisnis yang
sangat tinggi. Adapun tahap tersebut secara kronologis adalah sebagai berikut :
1. Ekspor Insidentil
2. Ekspor Aktif
3. Penjualan Lisensi
4. Franchising
5. Pemasaran di Luar Negeri
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
EKSPOR INSIDENTIL (INCIDENT At EXPORT)
Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan
pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan
melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada
saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia membeli
barang-barang dan kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.
EKSPOR AKTIF (ACTIVE EXPORT)
Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah
hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin
lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai
pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi
perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri
sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu. Tidak
seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak pasif. Oleh karena itu
dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap “ekspor aktif”, sedangkan
tahap pertama tadi disebut tahap pembelian atau “Purchasing”.
PENJUAlAN LISENSI (LICENSING)
Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara
pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima.
Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga
negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran
maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk
keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus
membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.
FRANCHISING
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di
suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi
lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi,
resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu
bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering
dikenal sebagai bentuk “Franchising”. Dalam hal bentuk Franchise ini maka
perusahaan yang menerima disebut sebagai “Franchisee” sedangkan perusahaan
pemberi disebut sebagai “Franchisor”. Bentuk ini pada umumnya berhasil bagi
jenis usaha tertentu misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan
sebagainya.
4.
Hambatan Dalam Memasuki Bisnis Internasional
Melaksanakan bisnis internasional
tentu saja akan lebih banyak memiliki hambatan ketimbang di pasar domestik.
Negara lain tentu saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kali
menghambat terlaksananya transaksi bisnis internasional. Disamping itu
kebiasaan atau budaya negara lain tentu saja akan berbeda dengan negeri
sendiri. Oleh karena itu maka terdapat beberapa hambatan dalam bisnis
internasional yaitu :
1. Batasan perdagangan dan tarif bea
masuk
2. Perbedaan bahasa, sosial
budaya/cultural
3. Kondisi politik dan
hokum/perundang-undangan
Hambatan operasional
Peraturan atau kebijkan Negara lain, dalam bentuk
proteksi yaitu: usaha melindungi industry-industri di dalam negri
Perbedaan tingkat upah
http://p4hrul.wordpress.com/2010/12/15/bisnis-internasional/
A. Batasan Perdagangan dan tarif bea masuk
Tarif bea masuk adalah pajak yang dikenakan terhadap
barang yang diperdagangkan baik barang impor maupun ekspor. Dikenakannya
tarif/bea masuk yang tinggi bagi barang luar negri, maka akan mengakibatkan
harga barang tersebut kalah bersaing dengan harga barang dalam.
B. Perbedaan bahasa, sosial budaya/cultural
Perbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan
hambatan bagi kelancaran bisnis Internasional , hal ini disebabkan karena
bahasa adalah merupakan alat komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun
bahasa tulis. Tanpa komunikasi yang baik maka hubungan bisnis sukar untuk dapat
berlangsung dengan Iancar. Hambatan bahasa ini pada saat ini semakin berkurang
berkat adanya bahasa Internasional yaitu bahasa lnggris. Meskipun demikian
perbedaan bahasa ini tetap merupakan hambatan yang harus diwaspadai dan
dipelajari dengan baik karena suatu ungkapan dalam suatu bahasa tertentu tidak
dapat diungkapkan secara begitu saja dengan kata yang sama dengan bahasa yang
lain. Bahkan suatu merek dagang atau nama produk pun dapat memiliki arti yang
lain dan sangat negatif bagi suatu negara tertentu. Sebagai contoh pabrik mobil
Chevrolet yang memberikan nama suatu jenis mobilnya dengan nama ” Chevrolet’s
Nova ” , pada hal di negara Spanyol kata ” No Va ” berarti ” tidak dapat
berjalan “. Oleh karena itu maka sangat sulit untuk memasarkan produk tersebut
di negara Spanyol tersebut. Perbedaan kondisi sosial budaya merupakan suatu
masalah yang harus dicermati pula dalam melakukan bisnis internasional.
Misalnya saja pemberian warna terhadap suatu produk ataupun bungkusnya harus
hati-hati karena warna tertentu yang di suatu negara memiliki arti tertentu di
negara lain dapat bermakna yang bertentangan. Perbedaan budaya ataupun
kebiasaan juga perlu diperhatikan. Misalnya orang Jepang memiliki kebiasaan
untuk tidak mau mendekati wanita bila membeli di supermarket , sehingga hal ini
membawa konsekuensi bahwa barang – barang yang berupa alat-alat kosmetik pria
jangan ditempatkan berdekatan dengan kosmetik wanita , sebab tidak akan
didekati oleh pembeli pria.
C. Hambatan politik, hukum dan perundang-undangan
Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara
dengan negara yang lain juga akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis
dari kedua negara tersebut. Sebagai contoh yang ekstrim Amerika melakukan
embargo terhadap komoditi perdagangan dengan negara-negara Komunis.
Ketentuan hukum ataupun perundang-undang yang
berlaku di suatu negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis
internasional. Misalnya negara-negara Arab melarang barang-barang mengandung
daging maupun minyak babi. Lebih dan itu undang – undang di negaranya sendiri
pun juga dapat membatasi berlangsungnya bisnis Internasional , misalnya
Indonesia melarang ekspor kulit mentah ataupun setengah jadi , begitu pula
rotan mentah dan setengah jadi dan sebagainya.
D. Hambatan Operasional
Hambatan perdagangan atau bisnis
internasional yang lain adalah berupa masalah operasional yakni transportasi
atau pengangkutan barang yang diperdagangkan tersebut dari negara yang satu ke
negara yang lain. Transportasi ini seringkali sukar untuk dilakukan karena
antara kedua negara itu belum memiliki jalur pelayaran kapal laut yang reguler.
Hal ini akan dapat mengakibatkan bahwa biaya pengangkutan atau ekspedisi kapal
laut untuk jalur tersebut akan menjadi sangat mahal. Mahalnya biaya angkut itu
dikarenakan selain keadaan bahwa kapal pengangkutnya hanya melayani satu negara
itu saja yang biasanya lalu mahal , maka kembalinya kapal tersebut dari negara
tujuan itu akan menjadi kosong. Perjalan kapal kosong di samudera luas akan
sangat membahayakan bagi keselamatan kapal itu sendiri.
5. Perusahaan Multinasional (PMN)
Adalah perusahaan yang berusaha di banyak
negara; perusahaan ini biasanya sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki
kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Mereka biasanya
memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global.
Perusahaan multinasional yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana
banyak negara. Mereka dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena
pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai para politisi, dan juga sumber
finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi politik.
A. Jenis-Jenis Perusahaan Multinasional
Banyak contoh perusahaan multinasional
misalnya saja Coca Cola , Colgate , Johnson & Johnson , IBM , General
Electric , Mitzubishi Electric , Toyota , Philips dari negeri Belanda , Nestle
dari Switzerland , Unilever dari Belanda dan lnggris , Bayer dati Jerman , Basf
juga dari Jerman, Ciba dari Switzerland dan sebagainya.
http://dwisetiati.wordpress.com/2010/12/20/bisnis-internasional/